
36 hari setelah kita berpisah
7 jam setelah kita benar-benar berpisah
Hari ini langit petang dan pelukan sore romantis membuatku bergeming pilu. Tidak lagi memunculkan kupu-kupu dalam perutku. Garis muka hanya menghembuskan getir bertubi-tubi. Dan aku lambaikan tangan, mengadu kepada Wahai Sang Pencipta, hatiku patah lagi.
Hujan yang mengecup kaca malam kutolak mentah-mentah. Tak lagi terasa manja karena dingin butuh dekapan. Aku sendirian.
Lengkungan bulan sabit tak lagi kuanggap bagai senyumanmu karena kekasih nyatanya bak gerhana matahari yang ada tak sampai rambut memutih.
36 hari setelah kita berpisah
7 jam setelah kita benar-benar berpisah
Kenyataan mencabik jiwaku dengan keji. Harapanku hanyalah asa yang menemui putusnya. Karena nyatanya kau baik-baik saja tanpaku.
36 hari setelah kita berpisah
Kau lupa pada setiap kecup dan dekap yang telah digamblangkan dengan syahdu.
7 jam setelah kita benar-benar berpisah
Tiada rindu yang bertamu dihatimu untuk sekadar bertanya kabar.
23 menit setelah aku selesai menulis sajak ini
Hujan deras turun dari mataku. Luapannya sebesar cintaku tapi tetap tak sebanding dengan luka yang tertoreh.
2 menit setelah aku baca ulang sajak ini
Aku menyadari banyak kejanggalan diantara kita.
Sakitnya tidak dicintai apalagi dirindukan..
Disembunyikan dibalik tembok naif..
Diabaikan tanpa perjuangan..
Dilucuti setiap usahanya..
Ditelanjangi harga diri..
Dibiarkan tertidur dalam amarah..
Dibiarkan menahan luapan isak..
Dibiarkan membeku relung jiwa..
Dibiarkan kosong sanubari..
Dibiarkan pergi tanpa pertahanan..
