Ada apa di dalam mangkuk mie?

Ada mie, kuah, dan suiran ayam.

Masih tersimpan dalam benak, senyum merekahmu yang selalu mampu membuat bulu kudukku berdiri karena setiap detiknya aku jatuh cinta..

Siluet bayanganmu setiap pukul 6 sore di tempat biasa, tak pernah ku sia-siakan walaupun meja kerjaku menunggu untuk lembur, aku tidak peduli..

Ditemani petikan gitar pengamen tua berjiwa muda sambil diterpa harum rambut panjangmu yang tergerai, aku tidak pernah tahu kalau menunggu bisa semenyenangkan ini. Terlebih menunggu datangnya dua mangkuk mie ayam paling melegenda seantero kota kepunyaan Pak Anwar. Tempat kita “berkencan”. Ya, bagiku setiap menemanimu kemanapun boleh lah aku menyebutnya dengan “berkencan”. Agar senantiasa terselip duhai harapan, yang mungkin akan didengar empunya Surga.

Masih tersimpan dalam benak, riuhnya kedai sederhana tersebut. Orang-orang yang berebut kursi, karyawan yang seliweran kesana-kemari melayani para perut keroncongan, belum lagi mendengar dentum klakson supir angkot yang rindu istri di ujung jalan..

Ahhh… Sangat tidak nyaman, jujur saja. Tetapi apa dayaku? Biduk telah ditambatkan untuk tak bisa lari dari pesonamu. Cih, silahkan panggil aku si budak cinta..

Lembayung senja segera berganti menuju malam kelabu.. kali ini aku menemani hujan rintik yang sedang berduka karena aku datang sendirian. Memang salahku memendam rasa dalam sanubari terlalu lama hingga kamu lelah digantung terombang-ambing tanpa aku menyadarinya bahwa ternyata ‘rasa’mu sama untukku..

“Permisi pak, masih ada tempat?”

Lalu suara itu…

Seketika aku menoleh dengan kecepatan cahaya tanpa menghiraukan lagi kilas balik nostalgiaku barusan pada masa yang telah lalu. Dan mendapatimu datang menggandeng pria yang berhasil mencuri hatimu karena ia bukanlah pengecut sepertiku..

Pikiranku kalut, liar menyeruak tetapi tetap dalam tempurung seperti kaset kusut, seiring dengan mataku yang memanas sampai ke dalam hati menikmati pemandangan yang tak bisa kulepas kini..

Aku pun sibuk mengais isi mangkuk yang sebenarnya sudah kosong..

Ada apa di dalam mangkuk mie?

Ada aku, kamu, dan harapan yang pernah ada.