HIRUK PIKUK KOTA

kota telah menjadi sorotan utama sebuah wilayah bahkan negara. keindahan infrastruktur serta kelengkapan perangkat fasilitas dan utilitas yang membumbuinya menjadikan kota memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar kota. meski pemandangan kota terlihat kaku dan identik homogen, justru hal ini menjadi daya pikat tersendiri bagi pecintanya. sehingga tak sedikit pula permasalahan bermunculan seiring berkembangnya kota. banyak faktor yang mendukung ataupun faktor yang menghambat perkembangan kota.

masyarakat yang bermigrasi ke kota terdesak oleh banyak alasan dan terikat dengan daya tarik kota yang menjanjikan. namun akibat migrasi tersebut, tak jarang menimbulkan hiruk pikuk kota. kota yang berpola konvergen akhirnya terpaksa berpola divergen dan berkembang membentuk urban sprawl (pengembangan kota) karena ledakan jumlah penduduk yang semakin hari kian meningkat.

Terjadinya ledakan penduduk kota mengakibatkan persaiangan pasar semakin ketat. harga lahan di kota yang semakin mahal akibat alih fungsi lahan seperti pengalih fungsian Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan ruang public lainya menjadi industri, berbagai perusahaan swasta dan lain sebagainya yang bersifat privat menjadikan persaiangan pasar semakin sulit. penduduk kota yang tidak mampu masuk ke pasar akhirnya terpaksa memilih keluar dari wilayah kota yang menimbulkan pengembangan kota atau biasa disebut Urban Sprawl.

Urban Sprawl dipilih karena dianggap cara efektif bertahan hidup dengan kualitas yang lebih baik, meskipun membutuhkan tarnsportasi lebih mahal ke pusat kota namun setidaknya mereka masih mampu membeli lahan dengan harga yang tidak terlalu tinggi seperti di pusat kota.

namun tak jarang pula mereka yang tidak mampu masuk ke persaingan pasar dan tidak mampu memebeli lahan diluar kota lebih memilih tinggal di pusat kota di lingkungan kumuh akibat membeli lahan seadanya dan mungkin dengan fasilitas dan utilitas yang sangat tidak memenuhi kebutuhan dasar. bahkan masih banyak permukiman Illegal yang tersebar di pusat kota.

sehingga perlu adanya kebijakan pemerintah tentang sistem perumahan agar penduduk berpenghasilan rendah mendapatkan permukiman layak huni karena tidak mampu masuk ke persaiangan pasar.

Like what you read? Give Dinda Ayu Sagita a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.