Hujan Memeluk Tangismu

'Aina 'Ainumtsa
Feb 25, 2017 · 1 min read

Hujan memeluk tangismu pagi ini
Kau yang masih bersedih dengan air mata mengering dan aroma tanah yang basah.
Kau yang masih tak bergeming mengejar rindu yang sudah berlamalama resah.
Kubuka jendela dan mendapati tangismu yang masih didekap hujan
Kutanyakan pada bulirbulir air langit, mengapa engkau masih saja bersedih ketika waktu kembali bernamakan pagi?
Bukankah sudah kau simpan rindurindu itu pada sudut langit dan menunggu awan liar mengantarkannya kembali padamu di suatu masa tak bernama?
Dan kau masih menangis dalam dekapan hujan...
Kau memilih tak bercerita, kepadaku, pun kepada semesta.
Kau memilih berdiam, menyaksikan air matamu yang kering mulai menyusuri uraturat tanah yang selalu basah.
Kau menikmati tangismu dipeluk hujan
Berharap dosadosa masa lalumu luntur tanpa menjadi genangan.

'Aina 'Ainumtsa

Written by

Bukan tentangku—bukan untukmu.