Kita Yang Telah Ja(t)uh
Masih ada saja yang janggal, selepas rasamu yang tanggal dan rasaku yang masih tinggal.
Pernah kita duduk di satu meja yang sama, saling mengucap nama dan bertanya perihal apa saja.
Kita bercengkrama dengan katakata sederhana, dengan sesekali bertatap mata lalu menepis rasa.
Malam itu langit juga gembira, lantaran disenyumi purnama
Ada bintang yang menari di sekitarnya
ada kita yang berteduh di bawahnya.
Lalu malam bersekutu dengan waktu,
Mereka paham bahwa ada rindu yang perlu lamalama menyatu.
Detikdetik melangkah pelan,
malam semakin panjang kita rasakan.
Hingga tiba saat kita berpisah malam itu,
Di bawah cahaya sinar bulan
Disaksikan tegak lampulampu jalan.
Kita berjabat tangan lalu saling bertukar senyuman.
Aku pergi meninggalkanmu sendirian.
Malam itu purnama terakhir kita sebelum memutuskan untuk tidak lagi saling menyapa
Tetiba malammalam selanjutnya hanya serasa gerhana
Menghujani rasa yang mungkin seharusnya dilupakan saja.
Rasa yang jatuh pada pandangan pertama
Dan kau yang selalu terbayang selepas percakapan pertama.
Aku yang bodoh membiarkan cinta pergi begitu saja.
Atau aku yang bijaksana memilih melepas untuk merawatnya.
Entahlah...
Hanya ada harap agar kau masih merasakan yang sama
Merasakan jatuh cinta seperti pada percakapan kita yang pertama
Lalu kita samasama menanti dipertemukan masa
Melepas kembali rindurindu yang lama tak bernama.
Semoga saja...
