Meski Senja Menua

Meski senja menua, ia menjanjikan terlahir kembali esoknya…

Burungburung mendatangi sarang, menemui kekasih yang sudah seharian ditinggalnya.

Mereka bernyanyi mengiring senja yang renta -hingga hilang terkubur bersama surya.

Ada kisah di ujung senja yang menua, ada kita dan rindu yang berbincang di sana, bercerita lewat diam di bawah temaram lampulampu jalan yang menuntun sampai pada suatu persimpangan.

Kita memilih berpisah ketika hati masih meringkuk gundah

Meski senja menua…

Mungkin pilihanku salah, berjalan menuju arah yang berbeda, berpaling dari surya di tengah senja yang menua.

Tapi, kembali lagi kuharap menemukanmu di persimpangan yang sama, karena kita sudah memilih untuk tidak kemanamana.

Meski senja menua…

A single golf clap? Or a long standing ovation?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.