Custom Domain di Github

Setelah membuat website menggunakan Github, website bisa dibuatkan domain khusus. Artinya, setiap kita ingin akses ke website tidak perlu menggunakan domain standar bawaan dari Github hazulifidastian.github.io. Tapi bisa menggunakan alamat yang kita tentukan sendiri, misalnya alamat Saya ini hazulifidastian.my.id.

Memiliki domain sendiri tidaklah terlalu sulit, hanya saja kita perlu membeli domain tersebut. Harganya pun tidak terlalu mahal, dibayarkan pertahun. Harganya antara 50 ribu hingga 110 ribu untuk domain my.id, web.id, .com, .net dll.

Konfigurasi repository di Github untuk bisa menerima custom domain

Repository website kita pada Github harus dikonfigurasi agar bisa menerima custom domain. Buka repository website. Jika dari contoh post Saya sebelumnya, nama repository website adalah hazulifidastian.github.io.

Pada halaman repository, dibawah nama repository hazulifidastian.github.io klik menu Settings. Menu dengan gambar gear.

Cari Custom Domain, ganti dengan nama domain yang akan digunakan. Misalnya saya menggunakan domain www.hazulifidastian.my.id. Setelah dirubah, simpan perubahan tersebut.

Tambahkan record CNAME dan A di panel DNS Management

Login di client area tempat kita membeli domain, kemudian pilih domain yang akan dirubah konfigurasinya. Masing-masing penyedia jasa memiliki menu yang berbeda-beda. Temukan menu DNS Management.

Kita perlu menambahkan 3 record untuk mengarahkan domain kita ke Github. Hasil akhir semua record setelah ditambahkan bisa dilihat ditable dibawah ini.

Domain: www
TTL: 3592
Class: IN
Type: CNAME
Destination: hazulifidastian.github.io

Domain: hazulifidastian.my.id. 
TTL: 73
Class: IN
Type: A
Destination: 192.30.252.153

Domain: hazulifidastian.my.id. 
TTL: 73
Class: IN
Type: A
Destination: 192.30.252.154

Setelah penambahan, jika kita mengetikkan domain kita misalnya www.hazulifidastian.my.id halaman website kita belum akan muncul. Karena perubahan DNS membutuhkan waktu untuk setiap perubahan. Lamanya tergantung dengan provider domain, bisa beberapa menit bahkan bisa sampai sehari.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.