memo, singkat datang mejengukmu - pembaca
Kudapati suatu pagi, bangun masyhur. Dalam empati dan embun-embun pagi yang ringan. Kudapan hangat tanpa adanya sedikitpun beban. Belajar sebagaimana yang dulu pernah nyonya ajarkan; tentang siapa yang iya terlebih dahulu, dan siapa yang sama sekali tidak. Sampai kapanpun.
RUSAK AKU
Lembayung menyayat sore ini,
Membejatkan para perasaan di petang tadi,
Membuat setiap malam kian sama rasanya,
Bahkan pagi tak punya purnama nya.
Cerita bohong….
Pernah sekali aku bercerita tentang sebuah taman di naungan kota besar.
Terdapat banyak penanaman mulut disana, segala jenis mahluk berbicang dalam ramai-nya suasana.
Kiri-kanan tak sekalipun kulihat kedai yang indah dan sepi, sebab hanya akan ada…
Rindang bulu menyayu
Aku ingat saat sebuah angan merapat
Menerpa sebuah nama diujung sehelai kening-mu, kasih
Aku pernah merasa patah dalam sebuah arti
Menebar cita-ku dikemudian, sayang
aku tarafkan dalam sebuah penanggalan
dimana kau dan waktu menjama sebuah keimanan
aku saksinya!
dan kian datang lagi dan lagi,
sebuah janji tanpa arti