DIANTARA KITA Dis

terbentang tebing dan jarak ribuan kilometer didepan

selagi waktu berjalan, sembari hatiku makin terkikis

kau semanggi dan menggerusku Dis

semakin dalam perasaan tertanam dibenang dan bilik pohon belakang rumah

semakin tinggi resiko kematian-ku dipercepat

Dis. kembali seperti dulu

kumohon, kekasih

oh kasih

pengorbanan bukan sembarangan. walau tak sekian merasa begitu pula

dan dari hati ke hati. permohonan atas kemurahan dan belasmu

Dis, aku pernah mengujar pada cermin,

suatu hari kau dan aku, bersama para anak-anak yang membantu pemeriahan pesta kecil kita . berteriak girang, dan menerjang angin malam sampai pada sebuah tungku perapian yang indah dengan cahaya hangatnya

Like what you read? Give DimasSami a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.