KOTA RADIASI

Tempat bukan sembarang tempat, lembah bukan sekedar lembah, yang terdahulu mungkin adalah dataran luas, berisi rerumputan dan tulip yang bersebaran diseluruh penjuru sabana.

Tulip? Perihal kata ini sering kita dengar di era sekarang, tulip adalah bunga, bunga bisa banyak diartikan, banyak juga manfaatnya, terutama dalam tulisan ini.

Apa hubungannya tulip dengan tulisan ini? Adalah dikarenakan, “kamu” bagaikan tulip yang sedang mekar disebuah taman kecil.

Seorang anak perempuan, yang telah tumbuh dan berkembang, menjadi seorang gadis yang rupawan, dengan kamera yang berada ditangannya.
Berburu sinar matahari, dari terbit hingga terbenam, dari pelosok terpencil, hingga bangunan terbesar disebuah kota. mengandungkan makna, yang tidak bisa saya ungkapkan hanya dengan kata.

Perkiraan umur gadis ini 16 atau 17 tahun, tapi terkadang tertipu denga wajahnya yang mungil dan cantik, jika disamakan dengan sebuah bintang, saya memilih cirius, bintang besar berwarna biru terang, sangat besar, tapi tidak terlihat seperti matahari, yang merah seakan menandakan api.

Tulip atau bintang? Dua-duanya memiliki arti yang sama ditulisan ini, yang berartikan “indah”.
Kilau bukan hanya kilauan, kilau berdegup semau kilat, diangkat oleh brahmana untuk menyinari diri yang keras ini.
Saya bukan seorang masterpiece, puitis, apalagi seorang yang romantis, tapi saya tau, detik dimana imun tubuh saya serasa keritis, dengan ketidak stabilan psikis, potensi saya serasa dituangkan secara minimalis, kedalam tulisan untuk kamu yang mungkin bermakna manis.
Es menjadi kristal, lahar dan api menjadi obsidian, oksigen bertuangan dengan hidrogen, hewan-hewan amfibi mulai kehilangan kendali, darat dan air bukan menjadi pilihan, seakan tak peduli bila sudah memiliki pasangan.

RADIASI YANG TERTANAM DIKOTA INI, HANYA SEKEDAR SIKLUS PERCINTAAN, YANG HILANG, LALU DATANG, SERASA MENDENGARKAN LAGU ROMAN PICISAN, BERTENTANGAN DENGAN HUBUNGAN SALING BERAGAMA, KU TAK MENGHIRAUKAN, SEAKAN KAMU DATANG DAN MENERIMA “KU” TUK MENGECUP “CIBIR” ITU.

Like what you read? Give DimasSami a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.