O.3
Menulis diatas kanvas, menulis diatas kertas, menulis disebuah gadget. Media berupa koran, media berupa majalah, media berupa mading, sampai media berupa jaringan.
Mencoba ku tetap mencoba, inspirasi dan referensi ku dambakan, melontarkan kilatan puisi dengan syahdunya, menggerakan gestur tangan secara cepat dan pasti.
Menyuratkan isi hati, bukan dengan gambar, bukan dengan suara, melainkan melalui peran seorang pena yang dicantumkan diatas lembaran kertas buram berisi tulisan, sampai pada akhirnya, sekarang menggunakan jenis program.
Ya puisi namanya, si nona manis, bersajak, berintonasi, dan berperasaan.
Sajak demi sajak, intonasi ke intonasi, perasaan sampai kepada perasaan, itulah yang sedang ku pecah sekarang, ibaratkan gelas dengan pecahan-pecahan halus, tak terlihat tapi dapat melukai.
Luka tanpa darah, luka yang meyenangkan. Bertabur emosi, dengan seteguk cinta.
