Damainya Oktober

Hai damai
Bolehkah aku kembali mengenalmu
Aku sudah mulai lupa denganmu
Setahun lebih sudah aku tidak bersamamu

Semua berawal saat kucoba berkenalan dengamu
Memberanikan diri untuk menjabat tanganmu
Mengatakan dengan lantang namaku

Tak pernah sedikitpun ada rasa takutku
Walaupun perasaan ragu ada
Tapi coba kutetap mencari perhatianmu
Yang kemudian mendapatkan hatimu

Aku tak tahu kau sudah ada yang punya
Bimbang rasa hati ingin bertanya
Siapa kah pemiliknya?
Apakah dia sesempurna wanitanya?

Ternyata pertanyaan mulai terjawab
Walau perlahan tapi mulai tertebak
Ternyata dia 
Iya dia yang punya

Kucoba untuk melakukan pendekatan
Berusaha untuk menjadi apapun 
Entah itu keren ataupun konyol
Aku berusaha mendapatkan hatimu

Walau kutahu tembok penghalang 
Menjadi perusak cerita romansa
Tak tahu lagi bagaimana 
Kita bertemu di dalam acara
Kau begitu tak bersalahnya
Kau begitu lucunya
Kau begitu baiknya
Takkan kulupa hari itu selamanya

Kau coba untuk menghipnotisku?
Tanpa kau melentikkan kedua jarimu
Aku sudah bisa jatuh ke dalam buaian
Indahnya ciptaan tuhan

Kita beberapa kali bertemu
Di berbagai rangkaian acara
Mulai dari perlombaan, peringatan
Dan perjalanan yang kau lewati

Disitu aku membuat kesalahan
Tingginya nada yang keluar 
Membuat kau menangis
Takut yang kurasakan

Hanya diam yang bisa kulakukan
Mencoba menjabat tangan lagi
Bukan untuk berkenalan tapi
Untuk meminta maaf

Kau memberikan maaf pertamamu 
Aku merasakan tatapan lain
Bukan dirimu yang menatapku
Aku coba bertanya

Kau tidak menjawabku
Kau menghiraukanku
Aku berusaha lagi 
Akhirnya kau menjawab

Aku mendengar ceritamu
Ternyata tentang dia
Ya dia 
Dia yang memilikimu

Aku coba mendengarkan
Tetapi aku tak tahan
Aku beri kau sebuah masukan
Kuberharap kau menerima

Temanmu mencoba bertanya
Aku tidak bisa menjawab
Takutku kau terlalu berharap
Bohong pertama yang terucap

Kemunafikan tak ingin memilikimu
Semua itu kujawab spontan
Kutahu kau lemas mendengarnya
Tapi itu semua hanya permulaan

Seni masa kini 
Kita bertemu lagi
Kau sebagai penari
Aku hanya pengganti

Kita mulai semuanya dari sini
Aku memperhatikanmu
Dari ujung sana dan sini
Rasaku kau sudah tahu

Bahwa aku ingin memilikimu
Tetapi semua memang cepat
Aku heran mengapa bisa?
Rasa itu mengalir tanpa terhambat

Tumbuhlah rasa peduliku
Peduli akan dirimu
Aku tahu bahwa akan tiba
Saat-saat yang aku tunggu

Aku tak tahu apakah saat itu
Kau sudah peduli juga terhadapku
Tak pernah kupedulikan perasaan
Hanya rasa ingin yang ada di pikiran

Maafkan aku perasaan yang telah
Menghiraukanmu dari pandangan
Sepanjang ini cerita yang tertulis
Oleh kedua tangan dan jemariku

Hanya sekedar untuk mengingatkan
Di hari ini tuju oktober dua ribu tuju belas
Dua puluh satu tahun sudah usiamu
Semoga bahagia selalu yang kau dapatkan

Maafkan semua kesalahanku
Kebodohanku yang telah melewatimu
Hanya waktu yang kau butuhkan 
Tak ada dayaku yang sudah terlewatkan

Aku mencoba menulis surat ini
Tepat pukul dua pagi dini hari
Ingatanku terhadap hari ini
Telah membuat tulisan ini

Terima Kasih Damainya Oktober
071017