Menunggu

Hai, ini mungkin post pertama gue di blog baru ini. Tepat di tanggal 13 ini gue coba buat ngepost apa yang mengganjal di pikiran gue.

Sebenernya udah lama gue mau nulis tentang hal ini, tapi berhubung waktu dan mood yang kurang bersahabat, alhasil baru sekarang gue bisa nulis apa yang menurut gue harus gue tulis.

Mungkin alasan kenapa gue selalu suka untuk belajar nilai-nilai kehidupan dari lingkungan sekitar, karena buat gue hal itu jauh lebih mudah untuk dicerna dan dimaknai.

Satu hal yang kali ini mau gue bahas, yaitu ‘menunggu’, entah apa alasannya gue tertarik dengan bahasan ini. Seorang yang mungkin paling mendorong dan memberi gue pelajaran tentang ‘menunggu’ adalah temen perempuan gue yang inisial kedua dari namanya sama dengan inisial kedua dari nama gue. Kalau kalian kenal gue dan temen-temen gue, mungkin kalian tau siapa orang yang gue maksud.

Temen gue ini pernah bilang kalau dia paling ga suka yang namanya nunggu. Suatu ketika gue pernah janjian sama dia dan salahnya gue, gue telat saat itu. Alhasil dapat ditebak, dia sedikit jengkel karena lama menunggu.

Selain temen gue ini ga suka menunggu lama saat mau ketemuan, dia juga bilang kalau dia ga suka ‘nunggu seseorang’.

Tanpa gue perjelas sepertinya tanda kutip di atas sudah cukup jelas untuk menggambarkan apa yang gue maksud.

Nahh ini dia, satu hal yang bisa gue ambil dari situasi di atas, menurut gue pribadi menunggu itu seperti halnya satu aktivitas yang terkadang engga keliatan tindakannya.

Ada satu pandangan gue tentang menunggu yang gue sendiri belum tahu itu bener atau engga.

‘nunggu seseorang yang engga tau kalau lagi ditunggu, sama aja seperti nunggu bus kampus di hari libur’

#enggabakalketemu hehe

Menurut gue kalau kita nunggu orang, tapi dia ga tau kalau lagi ada yang nungguin dia, sama aja bohong.

Piilihannya ketika kita nunggu seseorang adalah berani untuk mengatakan, bertindak untuk mendapatkan, atau diam dan mengikhlaskan.

Semua ada pilihannya, tinggal bagaimana kita berbuat dan bertanggung jawab.

Pun dengan sebuah kesuksesan, kalau kita cuma nunggu datangnya kesuksesan gue yakin engga akan pernah kita bisa ketemu dengan kesuksesan itu. Hal terbaik untuk mendapat apa yang disebut dengan ‘sukses’ menurut gue adalah bertindak untuk mendapatkan, disertai do’a kepada Tuhan.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.