Sometimes it’s not them. Sometimes it’s you.

Sebuah siang yang panas di Jakarta. Suhu menembus 89(logo derajat*) Fahrenheit, menemani gelas kopi keduaku. Hampir sama seperti hari lainnya, hari ini pun terasa lambat. Suara orang memalu dari seberang apartemenku seolah-olah ingin menyaingi suara detik jam dinding dari dalam kamar. Untuk sesaat aku berkata dalam hati…

“Anjay, pembukaan yang kece abeys.”

Lalu ku berkata dalam hati lagi,

“Anjay, gak punya jam dinding.”


Belakangan ini, gua lebih sering memikirkan diri sendiri dan masa depan. Di umur yang muda enggak tua juga enggak, nampaknya krisis idenditas jadi salah satu problema terbesar. Dan gua yakin, hampir semua orang pernah merasakan hal yang sama seperti gua. (Buat lo yang gak pernah ngerasain, bersyukurlah)

Krisis Idenditas, atau Idendity Crisis, adalah Crisis de Identidad dalam bahasa Spanyol. Jangan marah-marah. Senyum kamu jauh lebih menarik ketimbang amarahmu. Menurut Google Translate, Krisis Idenditas adalah

a period of uncertainty and confusion in which a person’s sense of identity becomes insecure, typically due to a change in their expected aims or role in society.

Kata kunci dari Krisis Idenditas ini adalah confusion, insecure, role in society. 3 hal ini selalu jadi alasan gua harus mengkonsumsi antimo agar bisa tidur (jangan ditiru), seringkali mudah marah (jangan ditiru), bahkan peningkatan nafsu makan yang berdampak pada peningkatan berat badan (boleh ditiru).

Maksudnya confusion apa sih?

(ngecilin gambarnya gimana sih?)

Inget gak dulu waktu kecil lo bermimpi jadi astronot. Terus ternyata lo ditipu NASA karena sebenarnya bumi itu jajaran genjang maka lo beralih mimpi jadi dokter. Gedean lagi dikit, lo nyadar kalau lo takut jarum jahit apalagi jarum suntik. Nah, kurang lebihnya, gua ada di dalam fase itu. Belum tau kapabilitas, dan belum tau maunya apa. Hal ini, sebenernya berhubungan erat dengan kata kunci kedua.

I N S E C U R E

(sumpah pengen gua kecilin gambarnya)
“Duh, gua bisa gak ya. Gua tau sih, tapi kalau salah gimana? Tugasnya kan krusial, ini kalau gua salah dikit dunia bisa hancur.”

Kebiasaan emang. Kebanyakan mikir, gak pede sama kemampuan sendiri, gak bisa ngehargain diri sendiri. Pantesan jomblo.

Nah kalau Role in Society gimana?

(Roleplay?)

BEDA YA ANJAY. Role in society ini bisa dikaitkan dengan posisi, jabatan, atau strata sosial dalam lingkungan. Yang jadi p r o b l e m a t i k a adalah saat lo berada dalam lingkungan yang kurang tepat. Seperti misalnya gua, di umur gua yang 26, rata-rata yang gua gauli adalah qaqa-qaqa early 30 dan ke atas.

Singkatnya, Krisis Idenditas ini galau mau jadi apa.


Sebuah obrolan dengan seorang perempuan kesayangan selalu ngingetin gua tiap kali gua merasakan krisis idenditas.

“Babe, lagi sibuk gak? Pengen melacur nih..”, ucap gua

“HEH JAGA YA OMONGAN LO!”, balasnya ngomel. Untung sayang.

“Ma-maksudnya melakukan curhat.”

“Oh yaudah boleh. Kenapa kenapa?”

“Gua lagi kepikiran nih. Di umur 26, gua kayak yang belum punya apa-apa buat dibanggain. Coba deh liat temen-temen gua. Si Paris Hilton (34) kayaknya udah tenang banget hidupnya. Apalagi Bill Gates (37), udah gak bingung mau jadi apa. Sedangkan gua? Gini-gini aja. Pengen Marutama aja harus puasa seminggu. Untung Bisatama enggak.”

“Bisatama? Apaan tuh?”

“Bisatama tamuuu. UWUWUWUWUWUWUW”

30 menit kemudian…

“Iya, maafin aku ya. Serius deh ini.”, pinta gua

“Gini loh, Yar. Yang lo jadiin perbandingan itu, orang-orang yang udah pernah mengalami masa lo yang sekarang. Gua yakin mereka juga udah pernah ngalamin apa yang sekarang lo rasain. Dan nantinya, gue yakin lo juga akan merasakan apa yang mereka rasain sekarang. Sometimes it’s not them, sometimes it’s you. Hell no, most of the times it’s you putting your feet in other shoes and you think you’re happy with it while in fact your feet hurts.”, jelasnya

Susi Susanti melakukan smash dan, yak, langsung menampar pipi kiri Ikhyar, Ikhyar pun terjatuh tak sadarkan diri!

I think she’s right. I think I’ve been putting myself in the wrong shoes and I’m happy with it, kinda. And that’s the cue for me to get the hell outta this crisis. Ciao! **

*) Caranya bikin logo derajat gimana sih?

**) Tolong nanti kalau lo udah selese baca, retweet sebanyak-banyaknya biar dia yang ngasih gua nasehat baca terus kesannya jadi romantis gitu ya.