Perkembangan Teknologi Pemutar Musik dari Masa ke Masa

Teknologi Pemutar Musik yang semakin maju membuat pemutar musik jaman dahulu tersingkirkan. Sejatinya musik adalah bagian dari kehidupan. Tidak hanya itu, ternyata musik juga dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang secara drastis. Pernyataan itu sangat cocok karena hidup hampir mustahil tanpa musik, tapi harus diketahui bahwa musik tidak harus musik ciptaan seorang musisi, tapi musik juga bisa berasal dari alam. Musisi mendapatkan tangga lagu hingga menciptakan musik seperti sekarang juga asalnya dari alam. Nah, di zaman canggih seperti sekarang, musik bisa didengarkan hanya dengan menggunakan player atau pemutar musik. Hal ini karena format musik sekarang sudah menggunakan audio digital. Sehingga dengan alat apapun untuk memutar musik cukup dengan mp3 atau musik playernya saja. Banyak juga musik player yang dijual di pasaran dengan harga yang sangat beragam, contohnya dapat dilihat disini.

Yang sekarang dikenal dengan mp3 player dulunya adalah pemutar musik biasa yang berkembang menuruti perkembangan zaman. Dulu, format musik bukanlah digital analog seperti sekarang. Dulu musik direkam dan diputar dengan peralatan yang masih konvensional. Dari mulai, blackplate atau piringan hitam, kaset pita, higga CD, semuanya telah berkembang higga kini menggunakan format digital. Kehebatan dunia digital sudah mulai mengambil alih kejayaan dunia Analog jaman dulu. Jika anda pernah mengalami kejayaan masa lalu, maka anda patut bernostalgia dengan menyimak sejarah perkembangan Teknologi Pemutar Musik di dunia. Berikut ini ulasannya.

Perkembangan Teknologi Pemutar Musik

Piringan Hitam

Dulu piringan hitam sangat popular terutama tahun-tahun awal abad ke 20. Penemu pertamanya adalah Kevin Gerald yang menggunakan pemutar piringan hitam (phonograph) sebagai alat untuk membunyikan musik. Sebenarnya piringan hitam sudah ditemukan sebelumnya oleh Charless Cros pada tahun 1887. Tapi dia tidak bisa membunyikannya dengan sempurna karena hanya menggunakan pena saja. Di tahun berikutnya, Piringan hitam jenis baru yang lebih sempurna ditemukan oleh Emlie Barliner, tepatnya tahun 1888. Lalu ia memberi hak paten untuk label Barliner Gramaphone. Sejak masa itu hingga pertengahan abad 20, Teknologi Pemutar Musik piringan hitam meluas ke seluruh dunia. Namun karena harga pemutar dan piringannya cukup mahal, yang memilikinya hanya orang kelas menengah ke atas saja.

Lagu-lagu yang diputar menggunakan mesin Gramaphone ini juga cenderung klasik dan masih berupa instrumental. Berbeda dengan sekarang yang dengan membawa alat sebesar korek api saja anda dapat menikmati alunan musik yang sesuai dengan kesukaan anda.

Kaset Pita

Alat ini diperkenalkan oleh Philips pada tahun 1963 sebagai media penyimpanan dan pemutar musik. Dua tahun setelahnya, Compact Audio Cassette diproduksi secara masal. Sejak tahun 70an produsen tape dari berbagai Negara mulai membuat alat pemutar kaset yang kita kenal dengan tape recorder. Pada tahun 1980an, Sony menciptakan Walkman sebagai alat pemutar musik portable.

Keunggulan kaset daripada piringan hitam adalah bentuknya yang lebih ringkas dan juga pemutarnya yang bisa dibawa kemana-mana. Tapi, keawetan kaset pita ini tidak lebih lama dari piringan hitam. Terkadang kaset pita ini juga dapat kusut sehingga akan mengurangi kualitas lagu yang sedang diputar. Seiring dengan waktu akibat penggunaan, kualitas suara akan berkurang dan harus digantin dengan kaset baru.

DAT

CD Player

Teknologi Pemutar Musik Digital Audio Tape mulai diperkenalkan sejak tahun 90an. Penyimpanan audionya ada 2 versi, yakni menggunakan Compact Disk (CD) dan sejenis pita kaset yang berukuran lebih kecil dari pita kaset pada umumnya. Bentuknya lebih kecil dari piringan hitam dan kapasitas penyimpanannya lebih besar daripada kaset pita. Pada saat awal kemunculannya, produsen CD tidak berani untuk langsung bermain di pasar global karena kelemahan DAT yang disimpan dalam CD, bisa di-copy ke CD lain sama persis kualitasnya tanpa ada distorsi. Lalu berkembang ada VCD, DVD, yang tidak hanya memutar musik namun juga video.

MP3

Mungkin inilah format paling mutakhir dari media penyimpanan dan pemutar audio. Saat itu musik mengalami proses digitalisasi. Dengan adanya format MP3, WAV, WMA, dll, maka sekarang musik ataupun file audio lainnya bisa diputar dengan MP3 player dan platform lain, misalnya macbook pro terbaru. Hari ini, MP3 player sangat beragam jenisnya, ada yang masih berukuran besar adapula yang sangat kecil. Anda hanya membutuhkan memori MicroSD yang memiliki ukuran sangat kecil sebagai media penyimpanannya.

Baca Juga: Top 5 Aplikasi Pemutar Musik untuk Android

Itulah perkembangan teknologi pemutar Musik dari jaman dulu hingga sekarang. Ternyata file audio telah mengalami transformasi yang cukup panjang sehingga tercipta MP3 player seperti sekarang ini. Hingga saat ini kualitas alat pemutar musik ini sudah sangat berkembang sehingga dapat terus memanjakan telinga anda sebagai penikmat musik.

Comments

comments


Originally published at www.pricearea.com on May 5, 2015.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.