Angka dan Lagi, Angka

Angka-angka ini telah mempermainkan diriku. Ya angka-angka ini. Selalu dan sejauh ini. Sampai di titik ini.

Selalu mencuri separuh lebih waktuku.

Selalu memaksaku membukanya lagi. Edit lagi.

Kadang untuk menambah, kadang untuk mengurangi. Kau telah memaksaku. Ya, kau berhasil melakukannya padaku.

Tambah … Kurang … Kurang … Tambah …

Sudah klop pun, kau tetap menghantuiku.

Oh angka …

Teganya dirimu padaku. Bahkan saat ku tak mungkin melakukan itu.

Bahkan di saat ku tertidur, aku mengigau tentang mu.

Saat ku makan, ku terbayang wajah mu.

Oh angka …

Berhentilah membuntutiku, berhenti kataku. Stop. Ya, di situ.

Biarkan ku istirahat, sejenak. Sekejap saja. Di sini, ya di sini. Sekarang ini.

Biarkan ku menikmati malam minggu ini. Kembalikan waktuku, untuk mereka. Untuk keluargaku.

Sekejap saja, oh angka. Sebentar saja.

Aku mohon.

Kau tahu, oh angka …

I Love U. I Love U Full.

Tapi …

Aku juga mencintai keluargaku. Harusnya kau juga tahu itu. Kau pasti tahu, oh angka.

Atau mungkin kau hanya pura-pura saja? Kau sengaja mempermainkan ku? Ah teganya dirimu.

Suatu saat akan ku tunjukkan padamu. Bahwa kau telah mencuri waktuku. Agar kau sadar, bahwa kau egois. Sangat egois.

Oh angka …

Biarkanlah saat ini aku bersama mereka. Mereka yang mencintaiku. Mereka adalah keluargaku.

Selamat bermalam minggu sahabat.

Luwuk, 05 Nopember 2016

Pukul 20.00 Wita

Pujana