Dory dan Kita

Kita tentu masih ingat kisah si ikan tank yang berwarna biru, Dory dalam Film Finding Dory.

Kisah Dory yang selalu kesulitan dalam mengingat hal apapun. Ya, Dory telah lupa ingatan tepatnya …

Saya pun jadi teringat sekitaran lima bulan yang lalu. Ketika kami berempat— saat itu Deependra Kumara belum lahir — dalam suatu urusan di Makassar. Kami berkesempatan menonton filmnya.

Film kesukaan Chandra dan Narendra …

Finding Dory.

Dory menderita memori jangka pendek, bahkan ingatan jangka panjangnya lebih parah lagi.

Dory pun berenang sendirian di lautan luas. Walaupun ia mengalami kesulitan dalam hal ingatan, Dory berhasil mengingat sesuatu untuk pertama kalinya.

Dan dia masih punya keluarga.

Dory yakin bahwa keluarganya ada di luar sana. Dia melawan kekurangan yang ada padanya — kesulitan dalam mengingat.

Dory rela menempuh perjalanan ber mil-mil bahkan mungkin sampai ribuan mil. Tujuannya hanya satu, dia harus bertemu kembali dengan keluarganya.

Kenangan masa kecilnya di Teluk Morro telah menjadi petunjuk untuk bertemu kembali dengan keluarganya.

Demikian halnya ketika kita berada jauh dari rumah dalam waktu yang cukup lama, maka kita menyimpan rasa rindu pada mereka.

Kasih sayang, cinta, kebersamaan telah bertumbuh dalam keluarga. Tanpa keluarga saya bukanlah siapa-siapa.

Dalam keluarga ada ikatan yang sangat -sangat kuat. Keluarga ibarat pohon yang rindang yang berbuah lebat. Dimana saya terlindung dari panas dan hujannya kehidupan sekaligus menikmati segarnya buah kasih sayang.

Kakek, nenek, ayah, ibu, suami, istri, anak, dan cucu telah mewarnai setiap sudut kehidupan sebuah keluarga ini.

Keluargalah sebagai motivasi dan inspirasi bagi saya untuk kerja, kerja dan kerja. Dan keluarga juga sebagai permata. Keluarga adalah segalanya.

Layaknya Dory — semoga tidak menderita memori jangka pendek juga — saya sering berenang jauh dari keluarga. Berenang mengarungi luasnya samudera kehidupan.

Saya pun segera merindukannya.

Terima kasih Chandra dan Narendra, walau kalian masih anak-anak tapi papa selalu titipi tugas untuk menjaga mama dan adik Deependra saat papa jauh dari kalian.

Papa love you full.

Jakarta, 01 November 2016

Pukul 05.25 Wib

Salam Hangat,

Pujana

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.