Kau Ku Beri Nama: I Komang Narendra Kumara

Kita mungkin masih ingat sebuah ungkapan dari William Shakespeare: “What’s in a name?” (Apalah arti sebuah nama?).

Saya mungkin salah seorang yang tidak sepaham dengan Bli William Shakespeare terkait arti sebuah nama.

Nama mungkin tak berarti apa-apa bagi sebagian orang. Tapi tidak bagi kami. Sebagai orang tua, nama bagi kami adalah mewakili doa dan harapan.

Karena di satu sisi sebagai orang Bali, minimal ada 4 identitas yang melekat pada sebuah nama.

Pertama: Suku

Kita dengan segera mengetahui suku dari nama orangnya. Kata- kata Putu, Wayan, Gede, Made, Kadek, Nengah, Komang, Nyoman dan Ketut secara representatif mewakili identitas orang Bali. Unik bukan?

Kedua: Jenis Kelamin

Suku kata pertama yang melekat pada nama orang Bali menunjukkan jenis kelaminnya. Kata “I” menandakan bahwa pemilik nama tersebut adalah seorang laki-laki. Untuk perempuan, tanda pengenalnya adalah “Ni”. Artinya bahwa dengan melihat namanya saja (tanpa harus ketemu orangnya terlebih dahulu), kita sudah mengetahui bahwa apakah dia seorang laki-laki atau perempuan.

Ketiga: Urutan Kelahiran

Pada nama orang Bali, suku kata ke kedua adalah menunjukkan bahwa dia anak keberapa dalam keluarganya. Dengan segera kita pahami bahwa I Komang Narendra Kumara adalah anak ketiga. Kata “komang” menandakan bahwa dia anak ketiga. Wayan, Putu, Gede adalah tanda bagi anak pertama. Made, Kadek, dan Nengah adalah tanda bagi anak kedua. Tanda anak ketiga adalah Komang dan Nyoman. Sedangkan anak keempat diberi tanda Ketut. So, embel-embel ini bukan nama bukan?

Keempat: Nama Sebenarnya

Nah kalau kenalan dengan orang bali, suku kata berikutnya adalah namanya. Nama anak ketiga kami adalah NARENDRA KUMARA. Nama ini adalah doa kami bagi ananda. NARENDRA dalam bahasa Sansekerta maknanya Orang yang Berkuasa dan KUMARA dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno) artinya Putra. Maka doa kami adalah semoga putra kami yang ketiga kelak menjadi orang yang berkuasa. Mempunyai kuasa atas dirinya sendiri dan bisa mengayomi keluarga dan masyarakat.

Oh ya, sebagai sebuah identitas nama anak kami di belakangnya semua menggunakan suku kata “KUMARA”.

Karena itu, sebagai orang Bali dimanapun kita hidup sepatutnya jangan malu untuk menunjukkan identitas kita. Minimal dalam sebuah nama.

Semoga doa-doa kita yang kita tuliskan bagi nama anak-anak kita menjadi suluh dan motivasi serta menjadi kenyataan dalam hidupnya di dunia ini. Aum Swaha …

Salam Sukses,

Luwuk, 22 Oktober 2016

Pujana

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.