Love Cinta Monday

Mencintai itu sesuatu bangetz ya. Seperti Love yang selalu mencintai Monday. Cinta itu buta, asal jangan membabi buta. Bisa murka babinya.

He he he …

Pagi ini saya sudah ada di sini lagi. Ya di Pintu Keberangkatan. Pintu yang selalu mengingatkan saya akan arti kehidupan.

Hidup adalah perjalanan. Demikian kira-kira sebuah ungkapan yang sering saya dengar. Ya … ternyata hidup adalah sebuah perjalanan.

Sebagai sebuah perjalanan, banyak hal yang mesti kita persiapkan. Antara lain adalah bekal dalam perjalanan kita.

Dalam dimensi ruang dan waktu, perjalanan bukan hanya secara jasmani. Tetapi juga termasuk perjalanan rohani. Perjalanan Sang Jiwa dari satu kehidupan ke kehidupan yang lain.

Bekalnya pun akan jadi berbeda. Tapi substansinya sama. Bekal yang nanti akan kita nikmati dalam perjalanan kita.

Dalam perjalanan Sang Jiwa, bekalnya adalah Karma kita. Perbuatan kita adalah bekal Sang Jiwa dalam pengembaraannya.

Jadi saat Sang Jiwa ada di bumi memakai raga ini sebagai bajunya, artinya Sang Jiwa sedang menikmati buah Karma dari perbuatannya pada kehidupan sebelumnya.

Bekal yang sudah kita siapkan sebelumnya.

So …

Bekal apa yang telah dan akan kita siapkan untuk pengembaraan kita kali ini?

Saya harus mengobrak-abrik isi ransel dulu untuk memastikan bahwa bekal saya cukup untuk perjalanan kali ini. Saya harus memilih pakaian yang cocok untuk kegiatan saya sepekan ke depan.

Selamat berkelana sahabat, pastikan bekalnya cukup kali ini.

Mari belajar bagaimana Love yang selalu mencintai Monday — maaf Love dan Monday adalah nama samaran. Saya pun mencintai perjalanan ini.

He he he …

Selamat berhari senin untuk semuanya.

Luwuk, 31 Oktober 2016

Pukul 07.35 Wita

Salam Hangat,

Pujana