Turbulensi Supernova

Sebuah gambaran akan kebebasan yang ingin dikatakan normal dalam kemasan kacamata norma umum, memandang akan sakralisme dapat didobrak oleh sebuah pesan dalam bentuk visual dan kata-kata puitis.

Akankah kebebasan menjadi miliki individu? Akankah kebahagiaan merupakan kenyataan yang hanya dimiliki oleh sendiri saja? Apakah batas kebebasan seseorang ditentukan oleh suka sama suka?

Seperti akhir cerita yang disajikan, jawabannya ada pada diri kita sendiri, karena dunia ini bagaikan cermin yang selalu direfleksikan secara khusus dalam cerita yang disutradara-i, entah hal itu diterima atau tidak.

Selamat, ada telah mendapatkan turbulensi?