Y u n i
Y u n i
Sep 8, 2018 · 2 min read

Balada Paket JN*E.

Mari kita bahas sesuatu yang kekanak-kanakan dan wasting time.
Anda boleh selesai membaca dan dicukupkan sampai paragraf ini sebab isinya memang tak ber'isi' sama sekali.

Tulisan tidak penting ini dibuat untuk membahas sesuatu tentang kalimat,
"setidaknya bukan saya yang berbohong" dalam sepucuk surat putih polos tanpa amplop dalam kotak (yang katanya) penuh kenangan dan dikirim disuatu senja lewat bantuan jasa kurir.

Tak lama, lalu seseorang mengirim pesan dengan banyak kalimat maaf disana sini. Tapi dari sekian ratus kata yang ia rangkai, 'si pengirim kotak' yang memang terlalu kotor hati itu hanya bisa menyimpulkan sesuatu yang teramat dangkal, penerima paket tak terima dengan kalimat pembohong dalam surat itu.

Jadi mengapa 'si pengirim' menyisipkan surat itu dalam kotak? Apa isi surat itu memang sesuatu yang tak berdasar, atau tak lebih dari tuduhan yang dibuat-buat?

Mari kita lihat capture dari percakapan diatas. Sampai disini 'si pengirim' tak perlu lagi menulis banyak kalimat pembenaran, sebab dapat disimpulkan bawa dugaannya selama ini salah besar.

Bukan hitungan bulan ternyata, tapi lebih dari setahun?

Entahlah, sebab yang tahu kebenaran dari kalimat disana selain para malaikat dan tentunya Allah, hanya 'si mba M' dan penerima paket tersebut.

Jadi siapa disini yang berbohong?
Dia? Penerima paket? Atau 'si pengirim'?

Si pengirim memang terlalu naif. Sebab naif, baik, terlalu percaya dan bod*h kadang memang tipis sekali batasannya.

Mari kita akhiri cerita payah ini dengan tidak adanya kesimpulan yang di ambil dan satu kalimat pengingat yang ini ‘si pengirim’ kutip dari seorang ulama,

"Jangan pernah mau menjadi tawanan masa lalu, jangan letakan ia di hadapanmu. Kamu punya hari ini untuk melupakan dan mengubah segalanya."

-Ustadz Aan Chandar Thalib-

Dibuat di jalan supratman,8 september 2018.

*note : semua ini dibuat dan ditulis hanya sebagai sarana katarsis penulis, yang sangat-sangat tidak menyelesakan masalah dan teramat kekanak-kanakan bagi seseorang yang usianya tak lagi belasan. Jadi jika ada kesamaan nama tempat atau tokoh dalam catatan ini, mohon dimaklumi dan dimaafkan. Catatan ini jelas akan dihapus dalam hitungan hari kedepan.

    Written by

    Y u n i

    🍂a catharsis || a lifetime learner || me without Allah, nothing

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade