Y u n i
Y u n i
Sep 7, 2018 · 1 min read

Sore itu,
Seorang perempuan duduk menghadap taman dengan kolam renang kecil ditenggahnya dan dikelilingi pinus yang rapat disisi kiri dan kanan.

Ada dua bocah laki-laki kecil
asik bermain air dipinggiran kolam.
Cuaca mendung dan dingin tak mengurungkan niat mereka bermain air.

Ini,
Adalah cangkir teh hangat ketiga yang ia pesan kala itu.
Kali ini dibiarkannya dingin tanpa tersentuh sedikitpun.

Menunggu,
Adalah hal lumrah yang sering perempuan itu lakukan akhir-akhir ini.
Bukan tentang berapa banyak waktu luang yang ia punya,
tapi segala tentang’nya’,
mulai jadi prioritas.

Mungkin dia memang terlalu senang menunggu,
atau terlalu naif soal waktu.

Ini kali kesekian lelaki itu membuatnya menunggu,
Janji yang dibuat sore itu,
memang terkesan mendadak.
Lelaki itu bilang,
"kalau ada waktu mari kita bertemu",

Perempuan ini,
seperti biasa,
manut tak menolak.

-diksi Hana dan kata.

Y u n i

Written by

Y u n i

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade