"SABTU PAGI DAN TIGA ALINEA KOSONG"

Menjadi tahu tidak jarang membawa kita pada dilema antara mencari hal lain seputarannya atau berterima pada ‘tahu’ itu saja. Pertanyaan-pertanyaan seputaran ‘tahu’ baru yang didapati akan kerap muncul; “Apa hakekat keberadaannya?”, “Apa dampak keberadaannya?”, “Bagaimana melaksanakannya dalam keseharian?”, dan tanya-tanya lain seputarannya. Bagi saya, ‘tahu’ selalu lekat dengan ‘keseharian’. Saya beranggapan bahwa informasi atau ke’tahu’an akan datang sendirinya beriringan dengan aktivitas keseharian yang dijalani sebab kita dan lingkungan saling memberi dampak.

“Pertanyaan-pertanyaan seputaran keseharian hanya akan terjawab oleh lingkungan atau kita yang menjawab lingkungan, maka bila tidak ada jawaban atas pertanyaan yang diajukan maka hal tersebut pasti bukan atau tidak berkaitan dengan keseharian.”


Keseharian adalah hasil olah serta bahan olah lingkungan, keduanya terjadi beriringan, kita dan lingkungan saling memberi pengaruh pada penciptaan keseharian. Oleh karena lingkungan beragam dengan segala hal yang identik atasnya serta merupakan pengaruh besar dalam penciptaan keseharian, maka jelas keseharian bukanlah sesuatu yang sifatnya seragam, tidak akan pernah sama satu dengan lainnya meskipun kadang terlihat memiliki kesamaan. Maka untuk mejadi ‘tahu’ lalu setelah itu memahami ‘tahu’ atasnya bukanlah sebuah hal yang mudah, kita haruslah dulu menjadi bagian dalam keseharian tersebut—berdampak dan mendampak.

Menjalani keseharian ialah proses dalam pemenuhan kebutuhan individu-individu yang menjalaninya. Keragaman akan kebutuhan serta upaya dalam pemenuhannya akan muncul sebab masing-masing individu berbeda dalam pemberian dampak serta penerimaan dampak atas lingkungan. Keragaman tersebut membawa individu-individu pada perpindahan lingkungan. Perpindahan—sementara atau tetap—tersebut akan berdampak pada perubahan ‘keseharian’ yang disebabkan proses saling dampak atas lingkungan baru tidak pasti sama dengan lingkungan yang lama…

"Setelah kalimat terakhir di atas, otak kemudian lupa akan fungsinya"
Like what you read? Give Rijal Muammar H a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.