MENIKMATI BAU KENTUT ORANG LAIN

Jorok sekali ah.

Mau pagi-pagi buta, mau siang bolong, mau maljum, mau malming ngomongin kentut orang memang tidak ada enaknya. Jangankan kentut orang, kentut sendiri pun kurang sreg kalau dijadikan bahan pembicaraan, sekalipun dengan pasangan kita sendiri. Tapi bagaimana kalau membicarakan keburukan orang, kebobrokan sifat seseorang, kebohongan seseorang, kelaliman seseorang, kejelekan orang, dan yang semisalnya? Asyik kan?

Bagaimanapun, bagi saya, kentut itu urusan yang super pribadi. Bahkan lebih pribadi ketimbang bicara soal keintiman pasutri yang bahkan tak jarang kita dengar atau kita baca kisahnya secara “terbuka”. Tak jarang kan, kita sendiri terlibat perbincangan bertema urusan ranjang? Entah saat kita sudah berpasangan resmi atau belum. Beda dengan kentut, beda dengan urusan ranjang, keburukan orang sering ramai-ramai kita perbincangkan tanpa canggung, tanpa malu. Kalau urusan kentut, kita nikmati sendiri. Kalau urusan ranjang, kita nikmati dengan pasangan. Kalau urusan kejelekan orang, kita sebarluaskan atas nama “kritik”, “kontrol”, atau apapun.

Banyak orang yang tadinya tidak tahu jadi terbawa “asal tahu”. Asal tahu, ya, asal tahu. Lha wong tidak riset sendiri, tidak meneliti keabsahan informasi sendiri, tidak coba mengimbangi “fakta” yang ditemukan berceceran.

Contohnya, Dis.

Silakan pagi-pagi (atau siang, atau sore, atau malam juga boleh) buka “tembok ratapan” kalian dan telusuri “permukaannya”. Di situ akan kalian temui beragam tulisan, “berita” (ingat, dengan tanda petik dua yang bisa berarti itu bukan berita betulan), makian, dsb. Sebagian besar sampah. Sukses kan, Si Yahudi Mak Sukebeg yang kalian benci ke-Yahudi-annya tapi kalian cintai “tembok ratapan”-nya, menciptakan media pertemanan sekaligus penyebar “informasi”?

Setahunan terakhir “tembok ratapan” memang saya rasa bak kali Ciliwung. Sudah tidak lagi nyaman sebagai tempat berteman. Beberapa kali saya berlakukan saringan Socrates pada status, “berita”, bahkan tak jarang teman-teman saya sendiri.

Saya sih cukup yakin, banyak yang pagi-pagi ingin dapat suntikan motivasi sebelum beraktivitas. Atau butuh sedikit hiburan di tengah jam istirahat siang. Atau butuh sesuatu yang menggembirakan, enak dipandang atau dibaca setiap harinya. Bukan cuma mereka-mereka, tapi kita sendiri juga pasti butuh sesuatu yang seperti itu kan? Bayangkan, pagi-pagi kita mendengar orang memaki-maki tetangganya, kita jadi ilfil kan? Maka, mari bangun nuansa berinternet yang nyaman, ceria, bersahabat, bermutu, bikin pintar, dan segudal segudang hal positif lainnya.

Kalau masih tetap ngeyel, silakan nikmati kentut orang lain seperti Anda menikmati kentut Anda sendiri. Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Di sini gunung di sana gunung, di tengah-tengahnya ada Pulau Jawa. Saya suka naik gunung, sayang gunungmu sudah ada yang menaikinya.

Salam.