Kelana

Kholis
Kholis
Nov 3 · 1 min read

Celaka, Aku mencari Swastika dalam nestapa / Terhalang dinding kerinduan memisahkan rasa dan logika / Kongsi yang pernah tercipta nyatanya bagimu sementara padahal kupikir itu selamanya / Ku berlari tuk mengadu pada semesta melepas dahaga menghasil niscaya / Bergerak dan terus bergerak mencari telaga // Lambat, Aku telah merat atau memang Swastika sudah merambat? / Irama mata bukan lagi untuk merawat dan hati goyah tuk sekali lagi memikat / Putaran surya berputar semakin cepat hingga tak terasa bila sendiri sudah kujadikan sejawat / Melalui secangkir asa padanya ku berbagi penat / Merangkul kata yang menjadikannya kalimat tapi tak pernah sedikit pun tersurat / Terlanjur, Jejak prematur selesai dirajut oleh hati yang sebetulnya sudah mulai tersungkur / Genggam tangan memang tidak lagi akur / Jeritan mata sudah sulit untuk disadur / Namun harapan dijadikannya sangkur melawan setan yang terus mendengkur / Karena sekali lagi aku yakin bisa menemukan Swastika dalam jiwa yang sudah tertidur //

Yogyakarta dimusim kemarau 2017

Kholis

Written by

Kholis

Laman yang bermuat rentetan puisi. Dibuat secara serampangan dengan hanya bermodalkan pengalaman, kuota dan sedikit keberanian.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade