Celaka, Aku mencari Swastika dalam nestapa / Terhalang dinding kerinduan memisahkan rasa dan logika / Kongsi yang pernah tercipta nyatanya bagimu sementara padahal kupikir itu selamanya / Ku berlari tuk mengadu pada semesta melepas dahaga menghasil niscaya / Bergerak dan terus bergerak mencari telaga // Lambat, Aku telah merat atau memang Swastika sudah merambat? / Irama mata bukan lagi untuk merawat dan hati goyah tuk sekali lagi memikat / Putaran surya berputar semakin cepat hingga tak terasa bila sendiri sudah kujadikan sejawat / Melalui secangkir asa padanya ku berbagi penat / Merangkul kata yang menjadikannya kalimat tapi tak pernah sedikit pun tersurat / Terlanjur, Jejak prematur selesai dirajut oleh hati yang sebetulnya sudah mulai tersungkur / Genggam tangan memang tidak lagi akur / Jeritan mata sudah sulit untuk disadur / Namun harapan dijadikannya sangkur melawan setan yang terus mendengkur / Karena sekali lagi aku yakin bisa menemukan Swastika dalam jiwa yang sudah tertidur //
Yogyakarta dimusim kemarau 2017
