Aku menemukan fakta-fakta pahit bahwa aku merindukanmu begitu sangat. 
Dalam kebisuan dan keraguan yang turut menyertai, aku hanya bisa memasukimu melalui sajak-sajak yang sudah ribuan kali kubuat tanpa jemu. 
Kembali pada realitas yang juga pahit, kamu ternyata tidak pernah bisa membuka diri, pada siapapun yang ingin meraihmu atau hanya sekedar bertegur sapa. 
Aku menyelamimu lewat kata-kata penuh makna karena hanya itu yang bisa aku lakukan. 
Aku sempat berpikir seperti apa kata pemeran utama dalam novel yang pernah ku baca; "kamu itu apasih ilusi yang aku ciptakan atau benar-benar nyata?".
Aku tidak pandai bersuara aku hanya bisa berkata-kata melalui tulisan. 
Semoga saja tersampai, tanpa basa-basi aku merindukanmu yang tidak pernah bisa benar-benar aku pahami sosokmu.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Khumaerahs’s story.