Bermonolog dengan malam.

Ku hela napas panjang kemudian ku hempaskan; tujuan meluapkan segala penat.

Malam ini terasa hampa, langit begitu kelam tanpa cahaya.

Semilir angin membisikiku tentang jutaan kenangan yang pernah terjadi.

Kenangan yang biasanya bahagia namun lebih sering dukanya.

Apa harus menjerit dulu agar tersampai?

Malam, resahku padanya yang semakin menjadi dan menuntut. Ku ingin berpijak di untaian-untaian waktu yang selalu saja tidak bermakna.

Malam, inginku berbicara menyematkan rindu lamat-lamat, tapi rasa kantuk menguasaiku jadi ku akhiri saja sajak tentangmu malam ini.

Dan rindu ku rasa kau harus bertahan lebih lama.

Like what you read? Give Khumaerahs a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.