Kata Alay dan Alasan untuk Tidak Bersama.

Beberapa saat lalu, kumulai percakapan dengan seseorang. Sekedar menyapanya dari balik aplikasi telegram.

Balasan dari orang itu pun datang tak lama kemudian. Menjawab dengan kata lain yang masih bermakna sapaan. Tumben sekali.

Aku kemudian kembali berbasa-basi dengan menanyakan apakah ia sedang sibuk atau tidak. Jawaban darinya yang sedang sekedar duduk di teras rumah, membuatku menyimpulkan bahwa orang itu sedang tidak sibuk.

Memandangi kelabu sembari bernostalgia ya?

Kalimat itu kulontarkan padanya setelah melirik langit kelabu dibalik jendela kamar. Bermaksud bercanda, sebenarnya.

Tak sampai semenit, jawaban dari orang itu datang. Satu kata, kemudian diikuti oleh kegiatan yang dia lakukan.

Alay. Baca koranka.

Entah kenapa aku tidak memedulikan kegiatan membaca koran yang orang itu lakukan. Fokusku kepada kata sebelumnya. Yang menjadi ide untuk tulisan ini.

Alay. Kata ini tentu sangat akrab di mata semua orang. Selalu diberikan kepada orang-orang yang memiliki kelakukan tidak ‘biasa’. Entah tidak biasa dari segi kelakuan ataupun fisik. Entah dari nama facebook yang sulit dibaca ataupun dari gaya berfoto yang seolah-olah mencacatkan wajah.

Awalnya kupikir kata alay itu sebagai kata pengganti dari kata iya. Namun ternyata tidak. Satu kata itu kemudian mengantarkanku pada pemahaman mengapa aku dan orang itu tidak bisa kembali memulai cerita seperti dulu.

Konsep mengenai kata alay kita berbeda. Orang itu memandang kata alay sebagai salah satu perwujudan dari sastra. Sedangkan aku memandang kata alay sebagai hal yang wajar dalam pendewasaan diri.

Dari konsep ini pulalah, aku tersadar akan satu hal. Alasan mengapa orang itu tidak pernah meladeni tulisanku di dunia hijau ini. Perbedaan konsep kata alay hanya menjadi menutup atas perbedaan yang sebenarnya: pandangan kami terhadap sastra.

Aku menyukai sastra, sedangkan orang itu menyamakan sastra dengan kata alay.


25 juni 2016 — bersama lilin yang akan ditiup sebulan kemudian.
Like what you read? Give LISA a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.