Kembali Ke Kampus


Dari daftar impian ataupun to do list di hidupku tak pernah sedikitpun berani menuliskan ingin menjadi guru, dosen, maupun pengajar. Bahkan asistennya pun tidak. Rasanya terlalu mulia. Lah aku siapa? Hanya sosok wanita 25 tahun yang sedang sibuk menata hidup dan mencari arah tujuan yang tepat untuk kusebut jati diri. Wanita yang baru saja mempertaruhkan kenyamanannya, demi sebuah ketidakpastian. Wanita yang baru saja menyadari bahwa hidup harus memiliki pandangan yang luas, maju, tak peduli gendermu apa, kau harus berada diatas. Supaya mudah menemukan, dan ditemukan. Supaya mudah diberi untuk memberi.

Kemudian Oktober ini Yang Maha Kuasa memberiku jalan yang mudah, bahkan kurasa terlalu mudah untuk aku kembali ke kampus dan berbagi ilmu serta pengalaman kepada adik-adik yang sudah sekian jauh jaraknya. Akhirnya aku merasa pelajaran diperkuliahan sewaktu dulu sangat bisa terimplementasi. Ijazahku berguna. Haha.. bukan hanya itu. Semua kurasa tak ada yang sia-sia. Bahkan berada disini seperti mendapat suntikan semangat baru untuk berkarya dalam bidang desain interior (kembali). Aku harus cepat-cepat merancang jembatan untuk mengintegrasikan kata Art kepada Living dalam sebuah brand milikku yaitu, Meraki Art & Living. Ya, sebaiknya aku cepat membuka laptop sekarang. Tapi jujur, cuaca hujan di Kota Kembang ini memang bisa menghisap tenaga terakhirmu agar menuju tempat tidur.

Like what you read? Give L Mega a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.