conntoh soal metode fifo, lifo, average 5

Metode FIFO, LIFO dan Average Beserta (Contoh Soal dan Penyelesaiannya) — Menghitung persediaan dengan metode FIFO, LIFO dan Average, itu artinya kita akan menyelesaikannya dengan cara menggunakan dua sistem pencatatan persediaan yaitu sistem perpetual dan sistem periodik. Biasanya, pada saat menghitung persediaan, akan dihitung pula Harga Pokok Penjualan dan Laba Kotornya. Agar lebih jelas, mari simak penjelasan dari akuntansilengkap.com tentang contoh soal berikut jawaban dan jurnalnya.

Pengertian FIFO (First in First Out)


Metode ini menerapkan bahwa persediaan dengan nilai perolehan awal / pertama masu akan digunakan / dijual terlebih dahulu, jadi yang tersisa di persediaan akhir dinilai dengan nilai perolehan persediaan yang terakhir dibeli (masuk). Metode FIFO dianggap berdampak pada nilai aktiva yang dibeli perusahaan dan cenderung menghasilkan persediaan yag nilainya tinggi.

Pengertian LIFO (Last In First Out)


Metode ini menerapkan bahwa persediaan dengan nilai perolehan terakhir (masuk) akan dijual/digunakan lebih dulu, sehingga perolehan persediaan akhir dinilai berdasarkan nilai perolehan yang pertama (awal) masuk (dibeli). Metode LIFO dianggap berdampak pada nilai aktiva yang rendah pada perusahaan dan cenderung menghasilkan nilai persediaan akhir yang rendah.

Pengertian Metode Rata-rata (average method)


Metode rata-rata atau juga disebut metode average, metode ini menyatakan bahwa nilai persediaan akhir akan menghailak amtara nilai persediaan dengan metode FIFO. Dengan menggunakan metode ini maka akan berdampak pada laba kotor dan harga pokok penjualan.

Contoh Soal I


PT. Saburai melakukan perlakuan (pembelian, penjualan) persediaan pada tahun 2018 adalah sebagai berikut.

Tanggal Keterangan Kuantitas Harga 2 Jan Persediaan awal 200 unit Rp. 9.000 10 Maret Pembelian 300 unit Rp.10.000 5 April Penjualan 200 unit Rp.15.000 7 Mei Penjualan 100 unit Rp.15.000 21 Sept Pembelian 400 unit Rp.11.000 18 Nov Pembelian 100 unit Rp.12.000 20 Nov Penjualan 200 unit Rp.17.000 10 Des Penjualan 200 unit Rp.18.000

Diminta :

  1. Hitunglah nilai persediaan akhir Sistem perpetual dengan metode FIFO, LIFO dan Average.
  2. Hitung Laba Kotor dan Harga Pokok Penjualanya.

Jawab :

1. FIFO (masuk pertama keluar pertama)

metode fifo, lifo, average

Metode FIFO

2. LIFO (masuk terakhir keluar pertama)

metode fifo, lifo, average 2

Metode LIFO

3. Rata-rata (average)

metode fifo, lifo, average 3

Metode Average

4. Harga Pokok Penjualan

1. Sistem Periodik

FIFO LIFO Rata-rata Persediaan awal 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Pembelian 8.600.000 8.600.000 8.600.000 Barang tersedia utk dijual 10.400.000 10.400.000 10.400.000 Persediaan akhir (3.400.000) (2.800.000) (3.120.000) Harga Pokok penjualan 7.000.000 7.600.000 7.280.000

2. Sistem Perpetual

FIFO LIFO Rata-rata Persediaan awal 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Pembelian 8.600.000 8.600.000 8.600.000 Barang tersedia utk dijual 10.400.000 10.400.000 10.400.000 Persediaan akhir (3.400.000) (2.900.000) (3.224.000) Harga Pokok penjualan 7.000.000 7.500.000 7.176.000

Laba Kotor

1. Sistem Periodik

FIFO LIFO Rata-rata Penjualan 11.500.000 11.500.000 11.500.000 Harga Pokok Penjualan (7.000.000) (7.600.000) (7.280.000) Laba Kotor 4.500.000 3.900.000 4.220.000

2. Sistem Perpetual

FIFO LIFO Rata-rata Penjualan 11.500.000 11.500.000 11.500.000 Harga Pokok Penjualan (7.000.000) (7.500.000) (7.176.000) Laba Kotor 4.500.000 4.000.000 4.324.000

Jurnal

1. Periodik (FIFO)

Saat Mencatat Pembelian:

Pembelian Rp. 8.600.000 Utang usaha/Kas Rp. 8.600.000

Saat Mencatat Penjualan:

Piutang Usaha/Kas Rp. 11.500.000 Penjualan Rp. 11.500.000

Saat Penyesuaian untuk Persediaan:

Ikhtisar Rugi Laba Rp. 1.800.000 Persediaan Rp. 1.800.000 Persediaan Rp. 3.400.000 Ikhtisar Rugi Laba Rp. 3.400.000

2. Perpetual (FIFO)

Saat Mencatat Pembelian:

Persediaan Rp. 8.600.000 Utang Usaha/Kas Rp. 8.600.000

Saat Mencatat Penjualan:

Piutang Usaha Rp. 11.500.000 Penjualan Rp. 11.500.000 Harga Pokok Penjualan Rp. 7.000.000 Persediaan Rp. 7.000.000

Contoh Soal II


Berikut adalah transaksi PT. Dipa Jaya selama Bulan Juli 2017.

Tanggal Keterangan Kuantitas Harga 1 Juli Persediaan awal 100 unit Rp.10.000 5 Juli Pembelian 500 unit Rp.12.000 12 Juli Pembelian 100 unit Rp.15.000 22 Juli Penjualan 300 unit Rp.25.000 27 Juli Pembelian 100 unit Rp 20.000 30 Juli Penjualan 50 unit Rp.30.000

Diminta:

  1. Tentukan nilai persediaan akhir, harga pokok penjualan (HPP) dan laba kotor, Bila di asumsikan perusahaan menggunakan Sistem periodik FIFO dan Sistem Perpetual LIFO.

Jawab:

1. Sistem periodik FIFO

Persediaan barang yang siap dijual (unit) adalah :

Tanggal Keterangan Kuantitas Harga (Rp.) 1 Juli Persediaan awal 100 unit @ Rp.10.000 1.000.000 5 Juli Pembelian 500 unit @ Rp.12.000 6.000.000 12 Juli Pembelian 100 unit @ Rp.15.000 1.500.000 27 Juli Pembelian 100 unit @ Rp 20.000 2.000.000 800 unit 10.500.000

Persediaan yang siap di jual (harga) adalah Rp. 10.500.000.

Unit persediaan akhir adalah :

= persediaan (unit) yang siap dijual — Unit yang terjual

= 800 unit — 350 unit = 450 unit

Nilai unit akhir.

= 100 unit @ Rp. 20.000 = Rp. 2.000.000 = 100 unit @ Rp. 15.000 = Rp. 1.500.000 = 250 unit @ Rp. 12.000 = Rp. 3.000.000

450 unit

= Rp. 6.500.000

Harga pokok penjualan:

= Nilai persediaan (harga) yang tersedia untuk dijual — nilai persediaan (harga) unit akhir

= 10.500.000 — Rp. 6.500.000 = 4.000.000

Laba Kotor:

= Hasil penjualan — Harga pokok penjualan

= 9.000.000 — Rp. 4.000.000 = 5.000.000

metode fifo, lifo, average 4

Metode LIFO Perpetual

Melalui metode perpetual LIFO kita dapat mengetahui hal-hal berikut ini :

Nilai persediaan akhir Rp. 5.600.000 Harga Pokok penjualan Rp. 4.900.000 Laba kotor = Rp. 9.000.000 — Rp. 4.900.000

= Rp. 4.100.000

Sumber : Modul Akuntansi

Itulah tadi penjelasan mengani Metode FIFO, LIFO dan Average Beserta (2 Contoh Soal dan Penyelesaiannya). Semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Sekian dan terimakasih.

Kunjungi Juga :