16317

Aku mungkin bukanlah orang yang pertama mendoakanmu. Tapi aku mengingatnya. Dan doaku kupanjatkan saat azan Subuh selesai berkumandang. Semoga kamu berbahagia, bukan hanya hari ini. Tapi untuk sepanjang hidupmu. Semoga kamu menjadi sebaik-baiknya manusia, mungkin bukan versi orang lain, tapi versimu, dan versiku.

Maafkan aku, aku tak bisa memberimu sesuatu pembuatmu bahagia. Percayalah, aku mendoakanmu. Percayalah, hatimu masih kusimpan.

Andai bisa, ingin kupeluk engkau, membisikkan doa di telingamu, mendengarkan desismu mengamininya. Sekedar menggenggam tanganmu dan menatap matamu di harimu.

-Penggalan Cerita-