Bajingan

-Kata yang artinya kurang lebih adalah penjahat, bad guy-.

Sepanjang hidup, tentunya kita bertemu dengan berbagai ragam manusia dengan karakteristik masing-masing. Sosialisasi kita sejak bayi sampai dewasa memungkinkan kita bertemu dengan manusia lainnya. Beragam manusia dengan sifatnya. Mungkin beberapa manusia tersebut meninggalkan jejak yang teramat dalam di hidup kita. Baik kenangan indah, maupun kenangan pahit. Sebagian lainnya mungkin hanya sekedar mampir dalam hidup kita, tak meninggalkan sesuatu pun.

Sebagian dari mereka, mungkin begitu indahnya sehingga selalu membuat bibir terangkat membentuk senyum saat mengingatnya. Namun sebagian lainnya tak jarang membuat kita ingin meninggalkan tapak sepatu di wajahnya.

Kadang, kenangan indah yang tertinggal demikian membirunya dalam hati dan pikiran. Membuat degup jantung seolah berlari, membuat senyum di bibir, membuat telaga di kedua mata, demikian indahnya sehingga membuat lubang di hati karena kehampaannya. Kadang, kenangan yang tertinggal tak lagi ingin diingat. Karena tajamnya sayatan yang ditorehkan.

Bagi orang lain, aku selalu berharap menjadi sebuah kenangan yang indah. Yang akan membuat sang pengingat menarik lengkung bibirnya menjadi senyum. Namun aku sadar, bahwa bagi sebagian orang, mungkin aku adalah nightmare -mimpi buruk mereka.

Seorang ayah yang membentak dengan keras akibat anak gadisnya terlambat diantar pulang bukanlah bajingan, ia hanya bertindak sebagai pelindung bagi sang anak. Yang baginya mungkin adalah segalanya. Laki-laki pengguna narkoba yang demikian keras menuntut, bukanlah seorang bajingan, ia hanya merasa tak aman karena mungkin kekasih hatinya akan pergi meninggalkannya, dan meninggalkan luka di jantungnya. Teman-teman yang mementingkan game dan mencari pengganti, bukanlah bajingan, karena mereka mungkin hanya ingin memenangkan pertandingan impian. Gadis-gadis yang mencampakkan pun bukanlah bajingan, mereka hanya tak bisa menemukan keindahannya.

Aku? Mungkin akulah seorang bajingan bagi seseorang. Karena meminta untuk tinggal, sementara aku beranjak pergi. Meminta untuk berjuang, sementara aku perlahan menyerah. Meminta untuk membuka hati, sementara hatiku kututup. Akulah bajingan. Yang dengan egoisnya meminta namun tak pernah memberi. Yang berharap dia tak menjaga jarak, namun ku tepis semua harap. I am the bad guy.

Aku? Mungkin aku adalah mimpi buruk baginya. Yang teramat sangat sulit dimengerti. Heartless, coldblood, tak pedulian. Namun menuntut untuk di kasihi, menuntut untuk dipedulikan.

Aku? Yang mungkin tanpa kusadari memasang jaring racun di hidupnya. Membuatnya sulit bergerak dan bernafas. Membuatnya terhimpit dan terjepit.

Aku? Tak lebih dari seorang penjahat baginya. Mimpi buruknya. Kenangan pahitnya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.