Hectic Day

Aku mengurut pelipis kananku yang terasa berdenyut. Kopi di gelasku sudah tandas sejak tadi. Bahkan untuk menyeduh kopi pun aku malas beranjak dari kursiku. Tumpukan dokumen yang sejak pagi tadi ku kerjakan seolah tak surut, bahkan terlihat semakin tebal.

Dering telepon, membuatku mengalihkan pandang dari layar laptop. Suara HRM ku di seberang membuat kepalaku semakin berdenyut. Hari ini aku harus berkutat dengan lumayan banyak tugas. Aku harus merevisi lembur dari karyawan outsource yang data nya baru saja dikirim oleh sang Supervisor, alasannya karena data dari karyawan baru saja diterima oleh si Supervisor dan baru selesai di verifikasi. Dan lagi-lagi kujelaskan kepadanya tahapan yang harus kulalui dalam melakukan kompilasi absen dan lembur tersebut. Sayangnya HRM tidak berpihak padaku, dia memintaku untuk merevisi data yang sudah kukirim kepadanya Jumat lalu. Jengkel? Tentu saja. Harusnya karyawan juga diberi efek jera, biarkan saja lemburnya dibayarkan di bulan depan, karena mereka tidak memberikan data lembur sesuai dengan tenggang waktu yang seharusnya.

Masalah revisi lemburan belum kelar, HRM memintaku untuk merekap jumlah karyawan yang sudah konfirm untuk ikut outing tahunan, karena dia harus memastikan tour travel bisa membooking tiket. Padahal untuk rekap tersebut aku harus mengumpulkan surat konfirmasi keikutsertaan yang sudah sejak minggu lalu ku distribusikan. Dan seperti biasa, karyawan operasional di perusahaan ku selalu yang paling lambat mengumpulkan datanya. Meski di emailku minggu lalu jelas ku ketik dengan huruf yang kubuat sedikit tebal dan ku garis bawahi ‘paling lambat dikembalikan pada hari Jumat, tanggal 12 Mei 2017 jam 14.00’. Mungkin emailku masih kurang jelas. Dan akibatnya aku sibuk mengemis meminta data konfirmasi tersebut segera dikirim ke HRD atau mereka batal berangkat. Itupun, HRM lagi-lagi tak berpihak kepadaku. Dia terus memintaku untuk memaksa data-data tersebut dikirim secepatnya. Belum lagi urusan kaos untuk acara outing yang belum di desain, slogan yang akan dipakai, warna kaos yang bagus, pembagian kamar hotel, doorprize, sistim pembagian doorprize, dan segala tetekbengek lainnya.

Belum selesai denyut di kepalaku, Pak Boss tiba-tiba memintaku untuk mengatur perjalanan dinasnya ke Bali besok. Iya, besok!! Astagaaaahhh…. Bapak, dari kemarin ketemu aku ga kepikiran untuk minta bookingin tiket dan hotel?? Jemariku cepat bergerak mengetik permintaan tiket dan hotel ke travel agents. Untungnya, tiket yang diminta available, dan dia cocok dengan jadwal yang kuberikan. Alhamdulillah… tak terlalu memakan energi ku.

“Ga pulang?” seloroh rekan kerjaku dari partisi kubikelku. Refleks aku melihat jam digital di pergelangan tanganku, ya ampun….Bahkan sudah 5.41 PM. Tak kusadari, jam pulang sudah lewat. Aku hanya bisa menghela nafas. Tak bertenaga untuk meneruskan pekerjaan. Tiba-tiba aku kangen si kecil. Kubereskan dokumenku. Sayup lagu Heavy, terdengar dari speaker laptopku. Ku tutup file-file di laptopku. -waktunya pulang, waktuku untuk bercanda dengan si kecilku yang sudah beranjak dewasa, waktuku untuk belajar bersamanya-

May 16th, 2017 — Damned!!!! I miss him

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Rain’s story.