Hilang

Entahlah dari mana aku harus memulainya. Karena nyatanya Rasa ini demikian hebatnya bergejolak di dalam dada. Bahkan di tengah hiruk pikuknya keramaian aku tetap merasa sendiri, membuatku harus menghindar, mencari tempat sunyi untukku sekedar menepi.

Aku kehilangan. Kadang sedemikian sakitnya membuatku menyisir jejak-jejak yang mungkin tersisa. Berharap bisa menemukan satu cerita. Namun seringnya, keingintahuanku justru membuat lukaku semakin menganga.

Mengapa? Tak bisakah dia tetap di sini? Aku berjanji, aku tak akan memiliki, cukup aku tau tentang dia. Akan ku tahan rasa ini, asal dia ada di sini.

Mengapa? Tak bisakah kami bercerita?

Mengapa?

Aku tau, perginya karena aku. Aku tau, betapa dia sangat menjagaku. Dia hanya memberikan apa yang kuinginkan. Aku ingin menjadi lebih baik, dan menurutnya aku tak akan pernah menjadi lebih baik, dengan keberadaannya di dekatku.

Demikian egoisnya aku, sehingga tak sekalipun memikirkan pedihnya. Aku hanya memikirkan diriku, sepiku.

Aku hanya ingin dia ada di sini. Menjadi sandaranku saat aku lelah. Ah… maafkan aku, belum bisa ikhlas melepasnya.

June 9th, 2017 — Kisahku