5 hari yang menegangkan
Kening dan sajadah sepertinya tak mau jauh saat ini, aku bingung menyisip apa lagi dalam tulisan.
Bagaimana kondisimu sekarang? Akhir-akhir ini aku tak bisa berkonsentrasi dalam segala hal. apakah aku harus menerima hukuman kali ini. Disana saudara kita semakin bosan dengan ulahku.
Itu bukan salah nya, atau salahmu. Mungkin aku yang terlalu sangat khawatir sampai bingung dan kadang linglung.
Jika waktu dapat kita kembali kan tak ada satu orang pun di antara kita yang menginginkan hal ini akan terjadi.
Jika saja benar aku adalah utusan dewa maka aku pasti sudah menggunakan seluruh kelebihan ku untuk membuat kau membuka mata.
Kepada saudara ku yang disebrang sana, aku minta maaf. Aku hanya merasa sangat takut. Takut yang berlebihan. Saya meyakini kau paham.
Dan kau kekasih setiap hari aku melihat potret mu, memimpikan semua perkataan mu. Aku selalu berfikir apakah kita bisa bertemu walau hanya sebentar.
Di hadapan jendela, perasaan ku tetap sama, cemas, khawatir, was-was semua seperti gado-gado sayang. Sepanjang malam tak ada tidur yang panjang.
Aku sangat berharap kabar baik akan segera datang, aku harus bertanya pada siapa? Kali ini aku tak mau menulis apapun selain hanya ingin melampiaskan jemari ku untuk terus mengetik.
Kamu pasti kesakitan sayang, aku tak bisa membayangkan nya sendirian. Kadang aku kalah. Hampir setiap waktu aku pandangi kau dan aku bayangkan kita akan segera bertemu.
Ruangan ini tempat paling aman dari segala hiruk pikuk kehidupan keseharian ku. Aku harus terus berpura-pura terus tersenyum pada orang-orang. Seolah tak ada sesuatu yang ada di pikiran ku selain memikirkan nasib banyak kepala. Di medium ini lah tempat bersembunyi paling aman menurutku. Aku bebas melakukan banyak hal.
Di pembaringan, kamu harus tetap tegar, kamu harus tetap kuat, kamu harus tetap melawan semua nya. Disini aku baik-baik saja. Aku akan baik-baik saja. Terus menjaga kesehatan ku walaupun sesibuk apapun sesuai apa yang kau sampai kan.
Untuk saudara kita, kau Juga harus fokus disana, sejak awal saya yang terus berupaya mendorong mu. Akhir-akhir ini Saya sudah sangat berlebihan. Maaf ya. Maaf.
Jika saya di perhadapkan pada pilihan, saya pun pasti memilih terus untuk selalu tertawa lepas bersama orang-orang terkasih. Bagaimana bisa tertawa jika kita semua harus menahan air mata yang terus jatuh dengan sendirinya.
Semoga kabar yang datang padaku nanti, kau sudah sadar dan baik-baik saja. Jangan tidur terus menerus.
Takut, aku harus mengakui nya, tak pernah ada rasa takut yang seperti ini sebelumnya. Takut sekali. Aku sangat ketakutan. Ia terus datang membuat penglihatan ku kabur. Kau harus kuat, kau harus janji kali ini.
Mulai hari ini aku akan nikmati ini sendiri sampai kau kembali. Entahlah aku tak bisa pastikan waktunya. Tapi kau harus segera sembuh. Ada banyak hal yang harus kita kerjakan bersama-sama. Tugas ku hanya menunggu. Menunggu kau tersenyum menghampiri ku jika waktu nya sudah ada di kita.
Jangan khawatir aku akan segera terbiasa menahan rindu dan haru.
1 September 2018.
Saya akan sambung tulisan ini,
Alhamdulillah akhirnya untuk kedua kali do’aku di ijabah oleh sang maha pemilik alam semesta dan isinya.
Jangan pernah buat diri ini khawatir lagi ya, kau tahu ada banyak orang yang sangat cemas disekelilingmu.
Sekali lagi Alhamdulillah, ibu juga sudah sangat legah, akhirnya ia melihat kembali anaknya ceria dan memiliki semangat.
Cukup, cukup sudah. Kali ini kita akan lebih fokus kedepannya dengan apa yang menjadi obrolan kita sebelum nya.
Oh ya kekasih kau jangan mudah terprovokasi oleh ulah saudara kita, saya tau dia sangat khawatir sama seperti aku di 5 hari terakhir ini. Dasar kau ya, paling suka sekali mengerjai. Aku dibuat persis seperti anak-anak hahaha.
5 hari ini apa yang paling aku takutkan, hanya satu, yaitu KEHILANGAN. 5 hari yang betul-betul menguji mental apakah siap ataupun tidak. Mengukur semua rasa. Dan aku harus akui aku belum siap sama sekali untuk itu.
Angka 5 memang menjadi sangat unik, bikin panik, sampai hati terus meringik. Disana aku harap kau segera pulih dengan cepat.
Jangan sedih, saya yakin Tuhan sudah mengatur ini semua. Hey cewek tangguh dan keras kepala. Mulai sekarang jangan pernah lagi membuat tindakan sendiri tanpa kami semua.
Aku tahu kamu tak ingin melihat wajah mereka terus bersedih, tapi kau juga harus tahu apa yang harus kau lakukan, Tindakan mu itu membuat semua orang ketakutan.
Aku bahagia mendengar kau baik-baik saja. Aku bahagia dan sangat bahagia. Ahhh sudah lah. Pokoknya setelah kabar itu datang aku bahagia.
Terimakasih ya Tuhan, sudah mau bernegosiasi untuk kesekian kali dengan ku. Terimakasih ya Tuhan.
Nikmati ini sebagai fiksi
