Moh Rifaldi
Sep 4, 2018 · 2 min read

Sama seperti ku, aku yakin semua orang benci dengan kata KEHILANGAN

Barangkali aku terlalu takut dengan kata kehilangan itu. Ya: ia sangat menyakitkan. Bahkan aku pun pernah dibuat tak berdaya dengan hiruk pikuk kehidupan dunia.

Pernah kah terbayang dalam keningmu apa yang selalu kuminta setelah ia pergi? Aku meminta untuk aku percaya bahwa jatuh cinta itu benar adanya dan bukan pada satu orang saja.

Ini bukan hanya soal rasa atau soal kisah mesra yang dulu pernah kita nikmati persis seperti satu cangkir kopi. Pahit, asam, atau manis kekasih.

Apakah aku sudah bisa mengecup kening mu kali ini? Aku berharap itu segera terjadi tanpa ada bayangan orang lain di antara kita.

Aku sudah tak sabar mengatakan selamat tinggal untuk duka.

Apakah kau tau kenapa aku kembali bermesraan dengan kamera ku? Itu karena akhirnya aku telah menemukan kembali objek yang ingin kupotret setiap hari dalam kehidupan ku. Dan itu adalah kau.

Sakit hati memang sangat tak asik, dan itu sangat mengusik. Memang aku sangat lemah untuk urusan marah-marah.

Kau tau bagaimana rasanya di hantui kata kehilangan? Perih.

Di keramaian canda tawa orang-orang begitu sangat bahagia adanya. Dalam pagelaran MTQ malam ini didesaku, Pandangan ku tertuju pada pasangan paruh baya itu. Mereka sangat bahagia sekali. apakah itu karena menyaksikan cucu perempuan nya berkompetisi, atau mereka mau mengulang kembali kisah kasih nya sudahlah aku Hanya berkhayal saja sepintas. Membayangkan benih bunga itu terus tumbuh di tubuhmu.

Aku bayangkan kita di 35 tahun yang akan datang seperti itu juga. Tetap bersama-sama.

Hari ini aku benar-benar kembali takut, takut yang sama, yaitu kehilangan seseorang yang diam-diam tinggal di dalam dadaku.

aku memang tak bisa marah, tapi rasanya, pasrah pada keadaan bukan lah bagian dari kekurangan ku.

jika saja kau bisa merasakan apa yang aku rasakan,

Aku yakin,

tak perlu banyak kata bagiku untuk kita

agar tetap Seiya dan sekata

Untuk kemudian selalu menjalani kehidupan dalam suka atau pun duka

Bersama: hingga akhirnya kita

bisa sama-sama

akan menua nantinya.

Sekali lagi aku ingin sampaikan bahwa aku benci kehilangan.

Kekasihku: janji ya, Tetap lah jadi satu-satunya alasan kenapa aku harus memberi kan kasih sayang ku padamu pada setiap waktu.

04 September 2018


Saat seseorang diam-diam mau memindahkan dirimu dari dalam inti jantung ku apakah aku harus diam? Dan jawaban nya tak akan pernah kubiarkan hal itu akan terjadi.

    Moh Rifaldi

    Written by

    ..Penikmat Kata-kata, Pemburu buku.. temui saya di https://mohrifaldimanaf.wordpress.com/

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade