Setelah pukul 21.15 pergi.
Lantas aku harus menulis kata apa lagi.
Aku tak bisa bayangkan benda apapun untuk dibuat menjadi larik puisi.
Setelah pukul 21.15 pergi, akan kurindukan tulisan tanganmu, juga suaramu. Aroma tubuh dan bau nafasmu setiap hari.
Barangkali pertemuan hanyalah sebuah mimpi buruk?
Setelah pukul 21.15 pergi. Kunjungi lah aku disini.
Esok hari tak kau dapati aku sebagai pesan masuk pada handphone pemberian ibu.
Setelah pukul 21.15 pergi, Tiba-tiba aku rindu kamera, Aku rindu warung kopi, meja dan tempat duduk langgananku.
Semoga aku bisa tidur malam ini, disana- dibawah pohon tempat biasa aku merenung sudah tidak sabar menunggu untuk di kunjungi lagi.
barangkali- pada satu waktu nya nanti, Kau akan temukan kompas untuk jalan pulang.
Dan Saat kau rindu kabar, datang lah kesini setiap saat.
Sampai pipimu tak lagi memerah, kau harus tau, aku tak pernah marah-marah.
Ambesia Barat 8 September 2018
Setelah ini- percakapan manis itu menjadi buku-buku yang akan aku simpan di lemari baju di dalam keningku.
