Perbincangan Ajaib Bersama Kholid

Saat ulang tahun Kholid ke-6. ;)

Sampai tulisan ini dibuat, saya belum bisa melupakan adegan demi adegan yang saya alami bersama dengan sahabat cilik saya dari Pulau Papagarang, Flores. Namanya Kholid.

Saat ini dia duduk di bangku kelas I SDN Pulau Papagarang. Kalau diamati sekilas mungkin dia sama saja dengan anak-anak seumurannya yang senang bermain dan tentunya sedang lahap-lahapnya makan.

Selalu menjadi teman makan yang menyenangkan! :)

Akan tetapi, kalau mau memberikan waktu sejenak dan mendengarkan setiap perbincangan dengannya secara serius, saya menemukan hal-hal yang tidak biasa.

Saya sempat mengurungkan niat saya untuk membagikan pengalaman ini kepada pembaca, hanya saja dorongan untuk menuliskannya lebih hebat. Oleh karena itu, saya memilih untuk menuliskannya saja. Saya juga senang berbagi cerita mengenai Kholid.

Minggu lalu, selama kurang lebih tiga hari saya menghabiskan waktu di Pulau Papagarang. Dengan menggunakan kapal umum dari Pulau Komodo, saya tiba dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu apapun.

Selain gelombang, hujan dan angin juga bisa membuat saya mendadak romantis ternyata. Jadi, tidak satu hari pun saya lewati tanpa hujan selama berada di Pulau Papagarang.

Kamis sore saya memutuskan untuk memutarkan film ‘The Good Dinosaur’ untuk mengisi waktu sambil menunggu lampu menyala dan juga menikmati hujan.

The Good Dinosaur

Kholid senang sekali. Dia bahkan mempersiapkan dirinya untuk menonton film itu. Berbekal informasi dan pengetahuan yang entah ia dapatkan darimana, Kholid mengaku sangat menyukai dinosaurus. Dia bahkan menjelaskan bahwa dinosaurus itu hewan yang baik.

Film pun diputar. Film dimulai dengan gambar mengenai batu meteor yang berada di luar angkasa. Tanpa saya duga, Kholid memperjelas tentang keberadaan batu meteor itu.

“Kaka Monik, kalau batu meteor itu jatuh ke bumi, nanti bumi akan hancur.”

Heh? Saya terkesima dengan penjelasannya.

“Kok kamu tahu sih itu batu meteor?”

Kholid terdiam dan membiarkan saya tetap penasaran.

Kemudian cerita di film pun berlanjut. Dari beberapa tokoh yang muncul dan percakapan dalam Bahasa Inggris itu, Kholid menunjukkan bahwa dia pun bisa menangkap isi cerita melalui adegan yang ia saksikan.

“Kak Monik, itu ibunya kan?” Padahal yang tampak adalah seekor dinosaurus tanpa aksesoris yang menunjukkan peran perempuan, dan suara pun belum ada.

“Kak Monik, bapaknya dimana?”

Masih banyak pertanyaan dan penjelasan Kholid yang ia sampaikan selama film berlangsung. Kholid menyampaikan pendapatnya dengan baik. Iya, Kholid bertanya dan menjelaskan dengan santai dan mudah dipahami oleh pendengar.

Hingga keesokan harinya saya bertanya kepada Kholid tentang nanti kalau sudah besar dan dewasa dia ingin jadi apa.

“Saya ingin menjelajah seperti Kakak Monik yang bisa kemana-mana.”

Bukan main jawaban ini, karena dia menggunakan kata menjelajah. Saya terkesima dengan kosakata yang ia pakai. Saya heran darimana ia bisa mengetahui arti kata menjelajah. Untuk anak kelas 1 SD yang masih belajar membaca, saya menganggap Kholid memiliki kemampuan yang tidak biasa.

Saya juga melihat bagaimana ia memberikan prediksi tentang cerita film yang baru ia tonton, walaupun percakapannya berbahasa Inggris. Tidak henti-hentinya saya berdecak kagum dan tertawa sendiri mendengarkan Kholid menjelaskan tentang sesuatu.

Melihat bagaimana Kholid kemarin membuat saya berpikir agak keras. Mengapa Kholid mampu menunjukkan rasa keingintahuannya akan sesuatu dan tidak malu bertanya?

Saya merasakan hal ini terjadi karena Kholid merasa nyaman. Kholid bisa merasakan bahwa apapun yang akan ia tanyakan dan jelaskan, saya ada untuk mendengarkan dan menjawab.

Kholid mungkin merasakan bahwa saya menerimanya. Saya memberikan perhatian untuk apa yang akan ia katakan.

Bersama Kaka Zidan dan Kaka Hanny mencuci piring

Yang ia tidak tahu adalah saya selalu berdecak kagum dan suka tertawa sendiri dengan kata-kata dan pertanyaannya. Misalnya ketika suatu siang sambil memegang boneka komodo dia bertanya:

“Kakak Monik, mana burungnya komodo ini?” (burung: istilah yang biasa digunakan untuk merujuk alat kelamin laki-laki atau jantan)

Sebelum menjelaskan saya tidak bisa menahan geli yang saya rasakan saat mendengar pertanyaan itu. Saya pun tertawa lumayan kencang. Walaupun begitu, saya tetap menjelaskan mengenai per-burung-an komodo dari sumber informasi yang selama ini saya kumpulkan.

Sore itu saya merasa beruntung pernah membaca dan mendengarkan penjelasan mengenai burung komodo! :D (*lap keringat)

Ahhh… senang sekali rasanya bisa menghabiskan waktu bersama Kholid. Anak yang cerdas, senang berbagi, percaya diri, dan tidak takut mengutarakan perasaan dan keinginannya.

Sambil menunggu hujan reda! ;)

Terima kasih, Kholid! Sampai jumpa lagi ya!

Paka, 2.2.2017