Biar Kita (Hadapi) Saja

Nabila Nurul Maghfirah
Nov 4 · 1 min read

Jadi dewasa itu, berat ya. Raga yang menua, tidak seiring dengan hati dan jiwa yang bawaannya masih pengen main-main aja. Dewasa memang bukan tentang usia, tapi toh bukan berarti bisa menafikkan realita.

Kumpul-kumpul bareng teman makin susah. Sosmed dan seisinya banyak berisi racun nikah, nikah, nikah. Padahal bukan mudah mencari nafkah untuk membangun keluarga sakinah, ma waddah, wa rahmah.

Mengeluh, tidak ingin, mengeluh. Begitu terus saling berganti, seiring peluh meluruh. Padahal bersyukur lebih baik, atas segala nikmat-Nya yang utuh. Meski iman, kadang keluar-masuk dari tubuh.

Hari berganti hari, detik berganti detik. Dewasa berarti harus semakin mawas diri, akan setiap peristiwa yang menggelitik. Kadang realita setajam duri, kadang selembut pasir berbisik.

Jadi dewasa itu, berat ya. Biar kita (hadapi) saja.

Calon orang dewasa

    Nabila Nurul Maghfirah

    Iqra'!wa Rabbukal Akram

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade