Video Seks dan Dimana Kemanusiaan Kalian?

Siang kemarin sebuah status facebook salah seorang teman lama saya menyebutkan tentang video seks balas dendam pacar (revenge porn) yang tersebar di jagat dunia maya. Dalam statusnya tersebut, si laki-laki ini eminta siapapun yang punya bocoran video porno tersebut diberikan kepadanya.

sengaja tidak saya sensor agar mereka paham bagaimana rasanya privasi dilanggar

Ternyata dia bukan satu-satunya laki-laki yang meminta bocoran video balas dendam itu di list pertemanan saya. Ada juga yang lainnya yang bahkan klaim bahwa video tersebut sangat panas dan mempersatukan umat.

saya sengaja tidak sensor agar mereka tau bagaimana rasanya privasi dilanggar

Sebagai manusia yang memiliki rasa kemanusiaan dan empati saya marah. Sangat marah. Betapa kejamnya mereka merayakan sebuah pembalasan dendam. Kita tau bahwa pembalasan dendam bertujuan untuk menghancurkan, meniadakan bahkan membunuh si korban. Pembalasan dendam sering kali tidak masuk akal dan salah sasaran. Karena diri tidak menerima kenyataan yang terjadi seperti diputuskan cinta, kekalahan, kecelakaan dan kemudian mencari subjek lain atas dasar ketidak mampuan menerima kenyataan tersebut.

Penyebaran video porno balas dendam dilakukan oleh laki-laki dengan tujuan untuk menghancurkan, melemahkan dan membunuh secara tidak langsung perempuan mantan pacarnya dan ini kira-kira yang terjadi pada perempuan yang ada pada video seks yang viral tersebut.

Para laki-laki yang meminta bahkan menyebarkan video tersebut sedang melakukan solidaritas pembunuhan bersama kepada perempuan korban di video tersebut. Balas dendam menjadi sebuah efek domino yang dilakukan beramai-ramai oleh banyak laki-laki yang tidak bisa mengerti sopan santun dan menghargai tubuh perempuan. Perempuan ini, sedang diperkosa beramai-ramai oleh khalayak.

Tunggu dulu, kita masih hidup di negara Indonesia. Negara menjadi harapan untuk menegakan keadilan bagi seluruh warganya. Tapi apa yang terjadi, mampukah negara kita melihat konteks video balas dendam dan perkosaan cyber ini dengan adil dan melihat dengan jelas siapakah pelaku dan korban sesungguhnya dari peristiwa ini. Apakah negara dengan perangkatnya Undang-Undang mampu memberikan perlindungan dan penghukuman pada pelaku penyebar video tersebut atau malah menjadikan korban sebagai tersangka baru atas nama moral dan budaya perkosaan?

Kapan korban perkosaan mendapat keadilan?

Untuk teman-teman semuanya, kawan laki-laki yang belum memperkosa, polisi-polisi yang melakukan pemeriksaan nantinya, wartawan penulis berita

Semoga rasa kemanusiaan di dalam diri kalian, masih ada.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.