Evolusi Kesadaran dalam Gerakan

Bermula dari beberapa orang yang memiliki ketertarikan pada kopi, memunculkan kelompok yang menamakan dirinya Kompimpa (Komunitas Pecinta Kopi Smipa). Kelompok ini terasa begitu hangat. Semua orang saling mengisi, ada yang sudah memiliki pengalaman panjang menikmati kopi, ada juga yang memiliki segudang informasi menarik mengenai kopi, bahkan ada yang baru mulai mencicipi keseruan menikmati kopi.

Kegiatan mengopi bersama lalu menjadi rutin dilakukan setiap Jumat sore, dibumbui dengan diskusi berbagai tema. Diskusi ternyata tidak hanya berhenti sebagai bumbu. Lebih jauh, ia berkembang menjadi cikal bakal munculnya kelompok lain yang berisi beberapa orang yang juga anggota Kompimpa.

Diskusi yang dilakukan sambil ngopi, maupun setelahnya, bukan hanya memunculkan solusi, tapi ternyata juga menyisakan keresahan-keresahan yang perlu diungkapkan. Keresahan tersebut akhirnya memicu gerakan yang kita kenal sekarang sebagai “Nah.Kom!”. Gerakan ini tujuannya tidak muluk-muluk, hanya ingin berbagi keresahan, dan merangsang keresahan pada orang yang membaca. Gerakan ini mewujud pada buletin berisi tulisan-tulisan resah yang terbit 2 minggu sekali. Gerakan ini sekarang sedang menghadapi keresahan yang cukup besar dalam menjaga konsistensi penerbitannya yang terhambat oleh kesibukan para penulisnya.

Di tengah vakumnya penerbitan buletin, para anggota Nah.Kom! malah memiliki ide yang lebih gila lagi. Membangun sebuah gerakan yang sama sekali lain bentuknya, yaitu Nah Kant!n. Tanpa banyak wacana dan rencana, gerakan ini digulirkan begitu saja dengan diawali bagi-bagi makanan dan minuman tester.

Satu minggu setelah tester dibagikan Nah Kant!n dibuka. Waktu buka hanya 2 jam, yaitu dari jam 16.00–18.00. Walaupun begitu, ternyata tidak mengurangi kesibukan para anggota Nah Kant!n menyediakan makanan dan minuman bagi para pemesan. Menawarkan pilihan menu berkualitas dengan harga terjangkau membuat animo masyarakat Smipa sangat tinggi. Pesanan tidak berhenti datang dari awal buka sampai waktunya tutup.

Waktu 2 jam melayani para pembeli merupakan hal yang berkesan bagi saya. Bukan hanya karena usaha kami terbayarkan oleh senyum dan pujian yang datang dari para pembeli, tapi juga karena kerja sama kami yang terasa sangat apik walaupun tanpa briefing mendalam sebelumnya. Di sini saya merasakan iklim organisasi holistik!

Di awal perkenalan dengan Semi Palar, hal yang membuat saya tertarik adalah adanya visi organisasi holistik. Organisasi ini dirancang untuk bergulir dengan kesadaran penuh setiap individu di dalamnya untuk mengisi setiap peran sesuai dengan kemampuaan di Nah Kant!n.

Dalam 2 jam waktu buka Nah Kant!n, setiap anggota dengan kesadaran dirinya mencari peran yang masih kosong dan mengisinya dengan sepenuh hati. Tanpa komando dari siapapun, setiap pesanan diselesaikan dengan baik dan sampai dengan selamat ke tangan pemesan. Setiap gerakan seolah mengalir dalam harmoni yang tidak terlihat. Dalam hati, aku bersyukur dan berdoa, semoga kami dapat meneruskan gerakan ini dengan harmoni yang baik.

Amin!

(FHAM)