Nasikha
Nasikha
Aug 26, 2017 · 1 min read

Mengurai untaian gelisah

Ada kalanya aku, atau bahkan kamu terjebak dalam kegelisahan yang sama. Awalnya ku pikir hanya aku saja. Aku saja yang bergelut dengan gelisah atas perasaaan ini sendirian. Jauh sebelum aku tahu, kenyataannya bahwa ada banyak orang di luar sana yang sama sama dipenuhi gelisah di kepala mereka.

Ini mungkin hanya soal waktu. Waktu yang belum mengizinkan kita untuk sedikit demi sedikit mengurai untaian gelisah yang selama ini mengalir di dada. Orang yang sakit selalu punya obat untuk sembuh. Orang bodoh selalu belajar untuk lebih mengerti. Kita hanya belum mendapatkan antrian waktu untuk sekedar menemukan jawaban. Jadi lebih baik jangan tanyakan aku pertanyaan yang tak bisa ku jawab. Yang belum sempat ku siapkan kata kata yang tepat, yang bisa membuat semua orang benar benar mengerti. Yang ku yakini, aku masih dalam suatu proses melewati jalan panjang mengurai benang kusut, memungut jawaban atas rasa gelisahku sendiri.

)

    Nasikha

    Written by

    Nasikha

    geographer. regional development. like to plant. dreamer

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade