Catatan Tentang Hujan

Akhir akhir ini kota perantauanku sering basah akibat hujan turun. Keadaan ini sangat kontras jika kuingat setahun yang lalu saat aku mengeluh kota ini tak kunjung turun hujan untuk sekedar sedikit mendinginkan cuaca yang dikala itu sangat panas. Sekarang keadaan berubah drastis, kadang aku merindukan panas untuk sekedar membuat sepatu ku yang basah saat suatu acara kemarin untuk kering. Berbicara tentang hujan, yang kulihat adalah sebuah rasa ketidakpuasan manusia yang ditumpahkan dalam linimasa. Tidak sedikit yang mengeluh akan hujan yang sering turun sehingga membuat plan yang mereka canangkan gagal. Mungkin aku salah satu dari mereka….mungkin. Tapi saat kita mencoba untuk tidak egois dan mencoba memposisikan diri sebagai orang lain, hujan ini mungkin berkah karunia yang sangat besar dari sang pencipta. Saya membayangkan betapa bersyukurnya penjual ronde atau angsle yang banyak diburu saat udara menjadi dingin untuk sekedar menghangatkan badan. Betapa bersyukurnya mereka akan keadaan yang mungkin akan jarang mereka temui saat kota ini kembali menjadi kota yang agak lebih panas dari lainnya.

Hujan ini berkah bagiku tapi mungkin tidak bagimu. Hujan ini mungkin sebuah penghalang bagiku tapi mungkin tidak bagimu. Alangkah bijaknya saat kita hidup dengan bisa melihat berbagai sudut pandang agar kata syukur itu selalu terucap dari mulut kita untuk yang kuasa atas berkah hujan yang turun membasahi kota ini