Progress Final Project #8

Seperti janji sebelumnya, kali ini saya akan membahas progres tugas besar yang dikerjakan Andra dan Posma selagi saya dan Ijen pergi ke kampus. Karena kode yang berkaitan dengan server diurus oleh saya, jadi mereka melakukan percobaan tanpa ESP8266 dan fokus ke komponen-komponen lain yang kami pakai di tugas besar

Karena terdapat beberapa komponen yang kami pakai selain ESP8266, cara melakukan percobaan adalah dengan terlebih dahulu memastikan setiap komponen menjalankan fungsinya dengan baik.

Pembacaan eksistensi pengendara

Modul pertama dari sistem yang kami rancang adalah modul untuk memeriksa apakah terdapat pengendara yang ingin masuk atau keluar. Hal ini dapat dilaksanakan dengan komponen sensor ultrasonik HC-SR04 dan lampu LED (sebagai indikasi penanda ada atau tidak). Nantinya, ketika pengendara melewati ultrasonik maka lampu LED akan nyala. Berikut hasil pengerjaan kami.

Pembukaan palang saat tap

Harapannya seperti itu, akan tetapi untuk percobaan pertama, kami menggunakan bacaan dari sensor HC-SR04 sebagai indikasi tapping. Palang kami ilustrasikan dengan sebuah motor servo. Kami melakukan pencobaan dimana ketika sebuah objek terbaca oleh sensor ultrasonik maka servo akan bergerak terbuka, dan setelah beberapa saat secara otomatis ia akan menutup lagi. Pada percobaan awal terdapat kegagalan karena masalah program sehingga servo bergerak membuka-menutup terus menerus, karena permasalah looping. Ditambah lagi kode sweep dari servo yang diambil dari link berikut sulit dipahami.

for (pos = 0; pos <= 180; pos += 1) { // goes from 0 degrees to 180 degrees
 // in steps of 1 degree
 myservo.write(pos); // tell servo to go to position in variable ‘pos’
 delay(15); // waits 15ms for the servo to reach the position
 }

Variabel posisi itu awalnya membingungkan. Akan tetapi setelah mencoba-coba akhirnya kelompok kami sukses dan palang berfungsi dengan baik. Yeaaay!!

Trial dengan RFID

Setelah yakin kedua modul diatas berfungsi dengan baik, barulah kami menghubungkannya dengan RFID. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan 2 parameter yakni bacaan sensor ultrasonik dan bacaan ID Card dari RFID. Ide berpikirnya gimana ya?

Pertama, jika sensor ultrasonik tidak membaca nilai maka tidak akan terjadi apa-apa dengan komponen elektronik yang lain dalam rangkaian. Kedua, jika memang ultrasonik membaca nilai, berarti ada pengendara, tetapi RFID perlu melakukan pembacaan, apabila nilai yang dibaca FALSE (berarti tidak dilakukan tapping) maka pintu tidak terbuka. Akan tetapi jika terjadi tapping sehingga nilai TRUE maka pintu terbuka. Ketiga, jika proses tapping berlangsung maka setelah pengendara lewat dan tidak terbaca ultrasonik lagi maka setelah beberapa waktu, palang akan tertutup sendiri. Semua usaha kami berhasil!!

Awalnya kami ingin langsung mencoba dengan ESP8266 juga, tetapi sempat error ketika seluruh rangkaian dihubungkan, ESP8266 malah tidak memberi respon. Akhirnya kami memutuskan untuk mengurus web terlebih dahulu.

Situs Antarmuka

Untuk pembuatan prototype situs, kami menggunakan Wordpress karena kami rasa mudah untuk dikembangkan dan terdapat banyak plugin yang dapat dimanfaatkan. Web ini nantinya akan bisa menampilkan sejarah transaksi dari pengendara serta profil pengguna yang berisi nama dan saldo yang tersisa. Situs ini nantinya dapat diakses oleh pengguna dengan terlebih dahulu login sehingga dapat mengetahui informasi terkait dirinya. Kami juga berencana untuk membuat akun khusus admin yang dapat melihat seluruh profil pengendara dan sejarah transaksi mereka. Pada web juga akan ditampilkan penjelasan singkat serta fitur yang terdapat pada Parking Management System (PMS) kami.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.