Cinta kita jangan LDR lagi…!!!
Kemanakah kaki ini mesti melangkah
ketika jiwa ini benar-benar telah lemah dan kalah
tapi juga terlalu payah bila menyerah.
Ok… Its right.!
i just need a few minutes to be alone. please, go away from me.
Cinta, mengapa kau datang dengan tiba-tiba?
Andai kau mengabari jauh-jauh hari. Rasanya penyesalan tidak akan ada.
Bagaimana… Manusia bisa apa jika takdir sudah terjadi.
Kata siapa rindu itu asyik?
Mencintai memang menyenangkan, bahkan ketika tidak juga dicintai pun tetap senang.
Tapi rindu… Bagaimanakah dengan rindu?
Apakah rindu adalah sesuatu yang menyenangkan?
Rindu… Rindu yang bahkan saling merindukan pun tidak ada istimewanya. Rindu itu pilu yang lara. Bahkan kenikmatan cinta yang sempurna pun tidak mampu mengubah rasa rindu itu untuk sedikit saja ada manis-manisnya. Tidak bisa.
Rindu…
Cinta, mencintai… Memang ikhlas.
Tapi rindu… Rindu juga bisa ikhlas untuk mungkin tidak juga dirindukan.
Tidak… Rindu dan cinta tetap saja beda.
Cinta, ikhlas.
Rindu, memaksa.
Cinta, jika sudah tidak berbalas; ya sudahlah.
Rindu, jika tidak berbalas; tetap saja inginnya jumpa.
Bagaimana? rindu memang menjengkelkan.
Sekarang… Aku menuntutmu.
Karena aku tahu persis bahwa rinduku juga rindumu.
Mengapa kau mencintaiku kemarin? tidak bisakah kau mencintaiku besok saja?
Sekarang siapa yang bisa menanggung semuanya? Bukankah dirimu sendiri juga tidak bisa?! aku tahu!
Berapa kali aku merindukanmu tak pernah jua bertemu. Sangking jengkelnya sampai rindu itu hilang sendiri. Tapi anehnya dia suka tiba-tiba datang lagi.
Terus seperti itu.
Siapa yang bertanggung jawab?!
Untuk jumpa saja tidak bisa!
Mengapa kau mencintaiku kemarin?
Hingga aku harus menikmati hari-hari ini-ku dengan bayangmu. Aku ditikam rindu yang pilu. Inginku bertemu tapi bisa apa aku selain menunggu.
Tidak bisakah kau mencintaiku besok saja?
Iya besok saja. Besok saja saat kita sama-sama siap. Siap untuk menghabiskan ruang hanya bertiga, aku, kamu, dan cinta kita. Tanpa ada rindu. Karena aku dan kamu selalu bersama. Melebur menjadi satu, KITA.
Mengapa kau tidak mencintaiku besok saja?
saat kita siap untuk menjalin apa yang disebut dengan rumah tangga.
Mengapa kau mencintaiku kemarin?
Beginikah caramu mendidikku menjadi yang luar biasa?
Membuatku jatuh cinta berkali-kali kepada orang yang sama?
KAMU.
Menumpuk rindu berjuta-juta tapi tidak jumpa?
KAMU.
BEGINIKAH…
Kau menguji keseriusanku untuk mencintaimu selamanya?
Sungguh tidak bisakah kau mencintaiku besok saja?
Aku mengagumimu jauh sebelum aku mengerti apa itu mengagumkan.
Aku juga mencintaimu sebelum aku mengerti apa itu cinta.
Merindukanmu sebelum aku mengerti apa itu rindu.
Aku bahkan ingin bersamamu sejak aku belum mengerti apa itu kebersamaan…
Tahukah…
Aku memang mencintaimu…
Bahkan jika kemarin kau tidak bilang mencintaiku, aku sudah berniat untuk tetap menyimpannya. Dan cintaku hanya akan ku ucap pada dua tempat.
Tahukah dimana dua tempat itu?
Dalam doa dan sujud…
Karena aku ingin kamu mencintaiku besok…
Tapi…
Kau begitu cermat menemukan kunci hatiku yang padahal sudah ku umpat.
Dan…
Kau menemukan cinta itu dalam hatiku…
Seharusnya cinta itu hanya keluar pada dua tempat, dalam sujud dan doa.
Sebelum benar-benar keluar sampai ke hatimu…
Tapi… Apa boleh buat.
Karena aku mencintaimu jauh dari kemarin, maka aku menikmati rindu ini terlalu sering dan lama. Biar tidak bisa jumpa, sepaling tidak kita tetap saling mencinta.
Berjanjilah padaku…
Suatu hari nanti, jika kita sudah menjadi satu, atau bakan kita telah menjadi tiga, empat, lima, berapapun tak peduli banyaknya…
Jangan ada rindu yang seperti ini.
Selepas akad….
Cinta kita jangan LDR lagi.
😇