LAWANG SEWU-TUGU MUDA
Lawang sewu merupakan salah satu bangunan bersejarah yang terletak di Kota Semarang, tepatnya di bundaran Tugu Muda. 
Meskipun demikian, saya samasekali tidak memiliki rasa penasaran untuk mengunjunginya. Ah, boro-boro tertarik. Bagi saya, Lawang Sewu memberikan kesan mistis yang cukup kuat. Meskipun saya tidak paham betul penampilan dan bangunannya, nama Lawang Sewu sudah cukup membuat saya merasa merinding. Doeloe, kawan sekamar saya di Ma'had Ali UIN Walisong Semarang hobbi sekali nonton film horor, saya yang memang penakut ya nggak pernah join. Paling ya cuma ikut iuran teriak kalo pas pada teriak, ikut kaget gitu lah ceritanya. #hihihihiiii
Sampai pada suatu ketika, kawan saya tersebut menonton Film Lawang Sewu-Dendam Kuntilanak.
Ya, saya mendengar teriakan dari speaker laptop kawan saya, mendengan desis suara horor juga, ah... Film itu membuat saya takut.
Belum lagi dengan kabar.kabur tentang Lawang Sewu yang doeloe sempat buming, entah seriusan apa bercandaan, yang pasti saya takut. Konon, perempuan yang sedang berhalangan dilarang masuk ke dalam Lawang Sewu. Dan lagi, karena lawangnya yang begitu banyak, konon banyak orang hilang akibat bingung. Ya, bingung. Tadi masuk dari lawang A, keluar pintu B. Sehingga bingung rute dan mengakibatkan kesasar. Ah waktu itu saya cupu sekali, tidak megerti dalamnya. Tapi setelah saya tahu, saya mantap bahwa kabar itu hanya kabar.kabur...
---------------------
Supaya tulisan saya tidak begitu mubah, perlu lah saya kasih nutrisi supaya sedikit memberi pengetahuan tentang Lawang Sewu.
-------------------
Lawang Sewu ini, dahulunya merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan baru selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Wilhelminaplein, yang sekarang disebut dengan Tugu Muda 
(Tugu Muda adalah sebuah monumen yang dibuat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang. Tugu Muda ini menggambarkan tentang semangat berjuang dan patriotisme warga semarang, khususnya para pemuda yang gigih, rela berkorban dengan semangat yang tinggi mempertahankan Kemerdekaan Indonesia).
Rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang ini sepenuhnya dipercayakan kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Quendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam.
-------------------------
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.
-----------------------
Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang.
->Nah, inilah mengapa ada Tugu Muda. Seperti yang sudah tertulidi atas<-
------------------------
Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
--------------------------
Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.
------------------------
Bukan karena bangunan ini sudah mengalami beberapa kali renovasi sehingga saya berani berkunjung dan menelusuri.
Simpel, waktu itu saya kedatangan tamu yang belum pernah berkunjung ke Lawang Sewu-padahal saya yang sudah setahun lebih tinggal di Kota Rantau ini belum pernah sekalipun berkunjung-. Tapi karena alesan malu, saya enggak berani menolak permintaannya, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengantarnya ke lawang sewu.
-------------------
Awalnya merinding. Saya sholawatan terus, takut saya kesasar dan hilang. wkwkwkwkkk
Ah, pokoknya sangat kurang menikmati. Foto-foto? Enggak blas.!
Saya takut kalo-kalo ada hantu yang kepotret. Lebay banget ya?
Begitu lah saya kalau parno. oups. 
----------------------
Kali pertama saya ke sana, saya menyimpulkan Lawang Sewu ini seperti halnya musium pada umumnya.
---------------------
Ah...
Saya mau jujur, tapi apa ya kalian percaya?
Pengakuan saya mungkin akan membuat kalian heran. Atau tertawa, atau malah ngata-ngatain saya.
emmmm...
Tapi akan saya ungkapkan.
------------------
Jadi, berkat saya gengsi mau bilang takut masuk ke Lawang Sewu, akhirnya saya punya nyali juga untuk menjelajahinya.
Nggak tanggung-tanggung, saya sudah 8x menjelajahi Lawang Sewu.
Meskipun begitu, pada titik-titik lokasi tertentu saya memang masih suka merinding. Walaupun sudah 8x, saya juga belum hafal sejarah kumplit bagunan kuno tersebut.
--------------------
Lawang Sewu tidak hanya sebagai objek eduwisata bersejarah. Lawang Sewu bisa juga menjadi tempat uji nyali. Horor dong? IYA. Tapi, Lawang Sewu juga recomended buat hunting foto lhoooo... Percaya deh.!
Coba aja.
Gue siap dah nganterin. Mayan bisa masuk Lawang Sewu ke 10x, 11x *******, pake GRATIS. wkwkwkwkkk
--------------------
Ps,
Jangan terburu-buru berkesimpulan hanya karena merasa sudah mendapat informasi yang solid. Karena bagaimana pun kehidupan ini begitu dinamis, mudah segera berubah. Sehingga informasi yang diperoleh harua selalu di crosscheck untuk memperoleh informasi terbaru dan kesimpulan yang benar.
Hal apa pun yang bernilai kuno, atau berbau mistis, bukan berarti ia akan mencelakakan SEMUA yang bersentuhan. Karena alam berinteraksi dengan manusia seperti halnya manusia berinteraksi dengan sesamanya. Apa yang kita lakukan kepada alam, akan berpengaruh kepada kita. Sehingga kita tidak bisa berlaku semena-mena. Jangan bersikap tidak sopan atau melanggar dimana tempat memiliki aturan atau budaya.
---------------------
Karena orang yang paling nyaman adalah mereka yang hidupnya (manut) pada aturan...
-------------------
Semoga, kita semua senantiasa mampu menjadi hamba yang amanah. Sehingga dengannya kita jauh dari durhaka, jauh dari siksa...
Amiin...

— — — — — —

Jum'at, 13 Januari 2017.
14:59 WIB

Like what you read? Give Nihayatul Minani a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.