Semenjak aplikasi LINE mempunyai tambahan fitur baru yaitu LINE News Digest, kita sering mendapatkan berita-berita yang unik sekaligus juga tidak penting, dari berita aurel makan tanpa make up sampe berita warga tiongkok yang lari dari rumah karna takut dinikah kan. Tapi ada berita beberapa bulan lalu yang membuat saya sungguh tertarik dengan berita yang disajikan dalam fitur tersebut, pak presiden blusukan cari investor ke luar negeri, tepatnya negeri ginseng atau korea selatan.

Dari berita yang disajikan sih sebenarnya tidak ada yang begitu menarik lihat saja isinya hanya bagaimana presiden meyakinkan borju-borju korea agar mau invest uangnya di Indonesia plus ditambahkan dengan cerita-cerita agar Indonesia terkesan aman dan kondusif untuk diinvestasikan. Mulai dari cerita bagaimana warga jakarta tidak takut akan serangan teroris sampe pamer foto beliau beserta anaknya foto bareng bersama Minhoo artis korea entah selatan atau utara yang pastinya minho ini boybandlah.

Terlepas presiden kita ini seperti MLM yang lagi nawarin produk atau cari downline, dalam berita tersebut ada beberapa kalimat beliau yang membuat saya langsung pergi wudhu dan sholat untuk mendoakan beliau semoga diakhirat kelak pak presiden dosanya diampuni. Jadi beliau bilang begini “saya akan terus mereformasi, saya akan terus menyederhanakan perizinan, dan saya akan membuat ekonomi Indonesia lebih terbuka.” Lihat bagaimana tidak saya mendoakan beliau di sujud saya(eaaaaa), pak pres ini sungguh sangat menyebalkan dan pandai mengolah kata dan fakta yang ada di negara ini seakan-akan negara ini masih memakai sistem “negara melindungi pasar dalam negri”.

Bagaimana tidak setelah hasil revisi besar besaran atas UU No.1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing menjadi UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, pemerintah Indonesia seakan-akan menjadi kaki tangan dan bodyguard langsung para pemodal agar usaha bisa mendapat untung sebanyak-banyaknya, bagaimana tidak di UU 25 Tahun 2007 tidak menjelaskan berapa persen yang harus dipunya negara dalam usaha tersebut, belum lagi masalah kelonggaran terhadap seluruh pajak usaha, kelonggaran biaya shipping dan barang impor-ekspor. Belum lagi UU no 25 Tahun 2007 dalam permasalahan pegawaian hanya menuliskan mengutamakan warga negara Indonesia tidak seperti UU sebelumnya yang lebih mensyaratkan agar usaha diisi oleh warga negara indonesia saja, sampai pada yang terakhir adalah dibebaskanya atas tanah 30 sampai 65 tahun untuk usaha tersebut padahal di uu sebelumnya hanya diberikan hak pakai pada usaha tersebut

Coba bayangkan kurang enak apa investasi di Indonesia, SDA melimpah, SDM murah, dan yang lebih asiknya lagi pemerintah beserta aparatur negara menjadi satpam usaha tersebut, takut takut kalo ada pemberontakan lagi, kalo kata anak kecil di makassar sih “enakk betulllll!”.

Jadi buat pak pres yang sementara di korea entah selatan atau utaran yang lagi hits di tv nasional, atau mungkin sedang otw balik Indonesia, semoga jangan sampai lupa sejarah pak, dulu kita dijajah sama perusahaan asing loh pak, itu loh yang depannya huruf V, iya itu pak VOC nah satu aja kita setengah mati lawanya pak apalagi banyak pak, gak kebayang deh!

Oh ya satu lagi pak pres, jangan lupa nonton filem drama The Hiers, supaya bapak tau aja kalo borju-borjunya korea sangat tidak menjunjung tinggi namanya HAM dan arti cinta sesungguhnya, sama jangan lupa minta foto sama kim tan pak hehehehe.

Selamat berlibur pak pres ;)