Menyuarakan Kata-Kata

Kau menyukai kata-kata
tapi kau enggan menanggalkannya di udara
seringkali, kau biarkan mereka lelap pada hening bibirmu
begitu lama dan sering begitu

Suatu saat bibirmu dipaksa bersuara
huruf-huruf mulai gelagapan di ujung lidah
mereka ketakutan pada segala yang menjadikannya runtuh
tapi tetap, kau bebaskan mereka terbang ke penjuru

Dulu kepalamu tak begitu suka kebisingan
tapi kata-kata mulai mencintai keramaian
mereka melerai diri dari bibirmu, pelan-pelan
menjadi kalimat, menjadi apa saja yang mereka ingin

Kau menyukai kata-kata
Begitupun dengan nada-suara
Beberapa kata masih kau rawat di rumah
beberapanya lagi kau biarkan mengembara

Mendewasa di antara telinga-telinga
Melanglang-buana di antara benar atau salah

 -Noviyanas
Ternate, 25 Mei 2017

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.