Bukan Dilan (1)

Dia mungkin bukan dilan yang dengan kesederhanaannya mampu membuat milea jatuh Cinta.

Bukan dilan yang punya berbagai cara sederhana namun terkesan romantis. 
Yang mau begadang semalaman hanya untuk mengisi TTS yang akan dijadikan hadiah ulang tahun.

Bukan dilan yang suka menulis surat kepada orang lain namun selalu tertuju pada milea.

Bukan dilan yang selalu mengirimkan coklat lewat orang-orang tak terduga.

Dia bukan dilan.

Dia bukan dilan dengan caranya yang sederhana. 
Dia adalah dirinya sendiri. Dan tak perlu menjadi dilan untuk membuatku jatuh hati.

Dia adalah orang yang akan menghabiskan eskrim bersamamu sampai muka membiru.

Orang yang menunggu hampir larut malam hanya untuk mengajarimu mengendarai vespa.

Orang yang mau mengajakmu merasakan betapa menyenangkannya mendaki sebuah gunung.

Orang yang mau mengikuti sifat kekanak-kanakanmu dan mengajarkanmu hal-hal baru yang menyenangkan.

Dia bukan dilan yang akan mengajakmu nongkrong di warung bi eem, Dia hanya akan membawamu ke tempat-tempat dimana tak pernah kau kunjungi sebelumnya.

Bukan dilan yang akan mengantarmu pulang kerumah ketika suara adzan magrhib tengah di kumandangkan melewati jalan buah Batu.

Dia hanya akan mengajakmu mengendarai motor berkeliling tanpa arah tujuan, sambil memberimu nasihat hanya agar kamu mau mendengarkan nasihatnya dengan baik.

Dia bukan dilan.

Dia adalah dirinya sendiri dengan caranya yang juga sederhana namun terkesan romantis seperti Dilan.