Chandler Guo- Revolusi Bisnis Mining di China 2016

Yops… super bigcredit kepada EtherCamp dan hostnya Steven Taylor yg mewancanai Chandler Guo beberapa saat yang lalu. Sebelumnya, jika kawan — kawan tidak mengetahui siapa latar belakangnya Chandler Guo, secara ringkasnya dia ialah salah satu miner terawal bitcoin dan mempunyai farm yg cukup besar. Hampir seluruh komunitas Crypto di China dan begitu juga secara international, mengenal siapa beliau. Cukup menarik menurut pendapat saya karna dalam wancana singkat yg berlokasi di China, Guo berkongsi apa revolusi yang sedang terjadi dalam industri mining di China saat ini.

Kalimat pertama yang dilontarkan oleh Chandler Guo saat menanggapi topik pembicaraan tersebut ialah “Waktu sudah berubah”. Chandler Gua berpendapat bahwa mungkin pada tahun-tahun yg sebelumnya, dia ialah salah satu miner terbesar di China, akan tetapi pada saat sekarang ini, waktu sudah berubah karna semakin banyak miner miner paus bermunculan. Bahkan hampir setiap individual crypto, mempunyai sekian besarnya mining hashpower didalam saku kantongnya, jadi bisnis mining di China sudah bukan merupakan sesuatu yg baru lagi.

Jika setahun yg lalu, kita menambang (mining) Bitcoin memanfaatkan energi hydroelectric yg disediakan oleh perusahaan energi di beberapa propinsi China. Tapi sekali lagi, waktu sudah berubah karna jika dulunya kita membeli energi listrik sama mereka, malahan saat ini mereka memanfaatkan energinya untuk mining sendiri. Justru para perusahan perusahan energi lebih senang membeli peraltan mesin mining dari para miner, dimana bahkan perusahaan energi kecil pun, bisa dapat menjana beberapa ribu tera hashrate (bitcoin) untuk dirinya sendiri.

Disini Chandler Guo juga menceritakan pengalaman dia 2 tahun yg lalu saat berkeliling Tibet dan mengunjungi puluhan perusahaan perusahaan energi. Dia datang kepada mereka dan mengatakan bahwa dia hendak membeli listrik mereka, namun sayang sekali Guo ditolak. Pantang menyerah, Guo menghampiri perusahaan energi di wilayah yg lebih terpencil dan mempertanyakan: kenapa kalian mempunyai aliran air terjun yg deras, namun tidak dimanfaatkan dengan sepenuhnya?

Perusahan energi tersebut memberikan alasan bahwa area disana tidak memerlukan sebegitu banyak listrik, jadi sumber daya energi sisanya ini terpaksa disia siakan. Oho… Lalu Guo memberikan mereka solusi, “Gimana kalau saya sediakan sebuah bateri besar (peralatan mining) supaya kalian dapat memanfaatkan semua sumber daya energi yg tersia-siakan itu dan sekaligus menghasilkan profit?”

Akhirnya diujung hari, Guo pun mengirimkan mereka peralatan — peralatan mining yg dapat diibaratkan sebagai sebuah bateri yg menyimpan energi energi tersebut dalam bentuk coin energi, yaitu Bitcoin. Pada awalnya mereka merasa sangsi, namun pada waktu yg bersamaan terdengar logika juga ide tersebut. Lalu perusahaan tersebut mencoba dulu ide yg disarankan oleh Guo dalam skala kecil dan apabila berita tentang Bitcoin semakin meluas di stasion — stasion tv, maka mereka merasa lebih takjub lagi. Semenjak itu, Guo bekerjasama dengan para perusahaan energi dengan cara menyediakan peralatan mining dan membantu mereka merancangnya. Seiring waktu berlalu, semakin ramai agen-agen penyedia peralatan mining berleluasa di China yang menghampiri satu per satu perusahaan energi disana. Disitulah trend bisnis mining di China mulai mengalami perubahan.

Nah… disini kita dapat melihat dua jenis pendapat antara masyarakat China dan masyarakat Barat. Jika di Barat, mereka mengatakan bahwa mining ialah sebuah aktivitas yg memboros-boroskan energi, sedangkan di China pula, mining dianggap ide yg bagus untuk memanfaatkan energi yg berlebihan. Disini Guo berpendapat bahwa semua perusahaan energi di dunia ini, baik itu: energi angin, air, solar dllnya ialah tidak stabil karna bergantung kepada keadaan alam. Jadi sangat sulit untuk mereka menjualkan tenaga listrik mereka itu kepada para pengguna. Makanya, bisnis mining bukanlah sebuah aktivitas yg memboros boroskan energi, tapi justru menukarkan energi tersebut menjadi coin energi (Bitcoin) yg dapat diperdagangkan kembali. Mungkin inilah alasannya, kenapa China menguasai persentasi hasrate terbesar dalam networknya Bitcoin, bukan dikarenakan harga listrik disana murah tapi dikarenakan ideologi mereka terhadap bisnis mining. Waktu telah berubah! Dunia telah berubah!

Yops… sekian aja dulu artikel untuk hari ini. Semoga bermanfaat. Stay Tuned ^_^v

Salam YesNo!


Originally published at www.oneyesoneno.com on December 7, 2016.